-->
    |

Puan Dianggap Berhasil Sinergikan Kaum Nasionalis dan Religius

Faktanews.id - Ketua Umum Relawan Puan Maharani Bersama Wong Cilik (REPUBLIK), Harda Belly menilai Puan Maharani sangat peduli dengan peran penting Pesantren dan upaya mensinergikan kaum nasionalis dan religius dalam pembangunan berbangsa dan bernegara. 

Sebagai info, Puan menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet di Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Senin (4/7/2022). Dalam kunjungan itu, Puan disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Buntet, KH Adib Rofiuddin. 

Menurut Harda, kepedulian Puan terhadap umat Islam bisa dilihat dari seringnya berkunjung ke Pesantren. Karena, kata Harda, pesantren adalah simbol dari perjuangan umat Islam. 

"Dalam kepadatan kerja, Puan masih menyempatkan berkunjung ke Pesantren dan bersilaturahim dengan kiai-kiai. Tentu ini menunjukkan bahwa Puan peduli dan mengakui bahwa Pesantren memiliki peran siginifikan dalam pembangunan bangsa," kata Harda dalam keterangannya, Senin (10/7/2022).

Apalagi, lanjut Harda, belakangan ada upaya pembenturan antara kaum nasionalis dan religius dan itu merupakan ancaman terhadap persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. 

"Polarisasi mulai gaduh kembali, dengan sengaja membenturkan kaum nasionalis dan religius untuk kepentingan sesaat padahal bahayanya sangat tampak yaitu meretakkan persatuan berbangsa dan bernegara yang kita cintai ini," ungkapnya.

Harda menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang punya komitmen kuat untuk mempertahankan Indonesia dari berbagai gempuran berbagai macam ideologi dan politik pecah belah. 

"Indonesia kalau tidak dipimpin oleh orang yang punya komitmen kuat untuk mempertahankan Pancasila, UUD 45 dan  Bhinnika Tunggal Ika maka sangat berbahaya terhadap masa depan Indonesia karena selama ini sudah banyak yang merongrong itu dan kita sadari selama ini, politik identitas dan politisasi agama sering digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Karena itu, Harda menyebut sosok Puan mampu menyelesaikan masalah polarisasi yang kadung terjadi selama ini bahkan sudah tidak diragukan lagi masalah komitmen kebangsaan yang tertanam dalam jiwa Puan yang merupakan cucu dari sang proklamator kemerdekaan Indonesia. 

"Dalam Puan itu mengalir darah pejuang kemerdekaan jadi tidak diragukan lagi kalau cuma masalah kecintaan terhadap negara ini. Terutama soal polarisasi akibat politik identitas pasti tidak akan terjadi lagi karena kemampuannya untuk mensinergikan kaum nasionalis dan religius untuk membangun masa depan Indonesia," beber dia.

Lebih lanjut, Harda mengatakan bahwa Puan selain dengan para ulama yang terpenting Puan juga dekat dengan rakyat akar rumput.

"Wong cilik selalu menjadi semangat perjuangan Puan dalam karja-kerja politiknya," Tandas Harda.


Komentar Anda

Berita Terkini