-->
    |

GPII Dukung Penuh Penyelenggaraan PON XX Papua

Faktanews.id - Pekan Olah Raga Nasional yang ke-20 akan kembali di helat pada 2021 ini yang akan bertempat di bumi cendrawasih Papua. Namun dikarenakan situasi Indonesia yang sedang menghadapi pandemi, pro dan kontra pun cukup menguat akhir-akhir ini.


Alasan umum beberapa elemen yang menolak penyelenggaraan PON XX ini meminta agar pemerintah sekiranya dapat fokus saja pada pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional yang sedang dihantam oleh Covid-19.

Dilain pihak dukungan untuk tetap dilaksakanya PON XX terus mengalir, salah satunya datang dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII).

Sekretaris Jenderal PP GPII Ujang Ridwansyah mengungkapkan bahwa perhelatan PON XX ini merupakan hajatan nasional yang perlu di dukung penuh. Ujang mengajak kepada seluruh masyarakat agar jangan pesimis, karena menurutnya negara sudah menunjukan daya maksimalnya dalam penanganan Covid-19 dan persiapan PON XX ini.

"PON XX ini merupakan hajatan nasional, harus kita dukung penuh, memang Covid belum selesai, tapi kan pemerintah juga tidak tinggal diam, penanganan berupa pengetatan prokes dan vaksinasi sudah dan sedang berjalan dimana-mana, harusnya kita optimis, jangan sampai pesimis" ujarnya.

Selain itu menurut Ujang, penyelenggaraan PON XX ini merupakan ajang unjuk gigi Indonesia kepada dunia Internasional bahwa kita sebenarnya bisa dan mampu.

"Ini kesempatan besar kita untuk menunjukan kepada dunia internasional, bahwa kita ini mampu menghadapi Covid-19 dan tetap bisa menghelat hajatan olahraga nasional sekelas PON XX ini" pungkas Ujang.

Selain itu, kata sekjen Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia, bahwa  pemerintah  harus  melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga/kementerian terkait agar acara ini PON XX dan peparnas XVI berjalan lancar. Mari kita dukung ini semuanya. Diharap semuanya membangun situasi yang kondusif baik, dari sudut politik, hukum, dan keamanan," imbuhnya.

"Kita berharap kegiatan besar ini tidak bergantung pada vaksinasi, tapi harus dilakukan serangkaian kegiatan yang memperketat protokol kesehatan dengan melibatkan sejumlah sektor", tutupnya. (RAT)

Komentar Anda

Berita Terkini