|

Peneliti LIPI Ingin 14 Doktor Alumni HMI Terbaik Menumbuhkan Iklim Intelektualisme di Indonesia

Faktanews.id - Peneliti LIPI, Situ Zuhro memberikan apresiasi kepada 14 nama Doktor berprestasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia berharap prestasi mereka bukan saja dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kepentingan bangsa dan negara, melainkan juga dapat memotivasi dan mendorong tumbuh suburnya iklim intelektualisme dalam masyarakat Indonesia pada umumnya dan generasi muda Indonesia pada khususnya.

"Tanpa pendidikan dan tumbuh suburnya tradisi budaya keilmuan, Indonesia akan sulit  menjadi bagian dari negara maju. Oleh karena itu, lahirnya doktor-doktor baru kader HMI yang berprestasi patut diapresiasi dan disambut baik," jar Siti dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Rabu (3/6/2020).

Menurut Siti, HMI atau KAHMI adalah organisasi tempat bernaungnya intelektual-intelektual Islam Indonesia. Dia lantas menyebut beberapa nama tokoh intelektual HMI, yang menginspirasi anak bangsa dan tercatat dalam sejarah. Sebut saja diantaranya adalah Nurcholis Majid dan Dawam Raharjo yang dikenal sebagai pemikir terkemuka di Indonesia.

"Melalui pemikiran dan gagasan HMI atau KAHMI, terutama, lahir untuk turut serta mengambil peran dan memberi kontribusi dalam pembangunan kemajuan bangsa," beber Siti yang juga anggota Presidium MN KAHMI ini.

Diberitakan sebelumnya, ada 14 nama doktor alumni HMI beprestasi dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Cum Laude, mulai 3,90 sampai 4.00 . Mereka menempuh program doktor di berbagai kampus dengan ragam keilmuan.

Berikut 14 doktor alumni HMI berprestasi yang berhasil dikumpulkan redaksi.

Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H. Alumni HMI Cabang Makasar ini menempuh Program Doktoral Bidang Hukum, dengan Konsentrasi Hukum Tata Negara di kampus Universitas Muslim Indonesia Makasar (UMI) pada 2019 silam. Judul Disertasi Fahri Bachmid adalah "Hakikat Putusan Mahkamah Konstitusi atas Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat Mengenai Dugaan Pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945". IPK Fahri sangat sempurna, yaitu 3,99. dengan menempuh pendidikan selama 30 bulan,(30) dua hari,

Selain Fahri Bachmid, ada nama Jajang Burhanuddin. Gelar Doktor Ilmu Manajemen Jajang diraih dari Universitas (Padjadjaran (Unpad.), Bandung dengan IPK 3,94. Judul Disertasi Jajang adalah "Inovasi dan Nilai Jasa Pendidikan Berbasis Orientasi Pasar dan Kreasi Nilai Pelanggan Dalam Mewujudkan Keunggulan Bersaing Dan Dampaknya terhadap Kinerja Pendidikan Tinggi Vokasi". Jajang adalah alumni HMI Cabang Bandung.

Kemudian ada nama Misnawaty S. Nuna. Alumni HMI Cabang Gorontalo ini meraih program profesi Doktor Hukum dari Univ. Muslim Indonesia (UMI), Makassar dengan IPK: 3,94.

Alumni HMI berikutnya adalah Ade Fakih Kurniawan. Dia merupakan alumni HMI Cabang Yogyakarta dan meraih program profesi Doktor Studi Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan IPK: 3,93. Sementara judul Disertasi dia adalah "Cultural Negotiation, Authority, and Discursive Tradition: The Wawacan Seh Ritual in Banten".

Prestasi Imran juga tak kalah menariknya. Dengan judul Disertasi "Kedududan dan Fugsi Kimisi Yudisial dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia" di kamus Univirsitas Mataram (Unram) Imran mendapatkan nilai IPK 3,92. Imran merupakan alumni HMI Cabang Makasar.

Nama Imran kemudian disusul Pribakti Budinurdjaja. Dia merupakan alumni HMI Cabang Banjarmasin. Meraih Doktor dari FK Univeritas Brawijaya (UB), Malang dengan IPK: 3,92, Imran menyusun Disertasi dengan judul "Genistein Glycine Max (Kedelai) dan Perbaikan Atrofi Vagina Pasca Menopause". Pribakti merupakan alumni HMI Cabang Banjarmasin.

Riha Dedi Priantana juga meraih Cum Laude. Alumni HMI Komisariat FEB Unsyiah ini mendapatkan nilai IPK:3,92. Dia menempuh program Doktor Ilmu Akuntansi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan udul Disertasi "Determinan dan Konsekuensi Sticky Cost: Studi Empiris Pada Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)".

Wahyu Nugroho juga berhasil memperoleh nilai IPK 3,92 saat menyelesaikan program profesi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran (Unpad.), Bandung. Dia merupakan alumni HMI Cabang Semarang. Judul Disertasi dia adalah "Konsep Integrasi Kebijakan Pertambangan Nasional dengan Masyarakat Hukum Adat dalam Mewujudkan Keadilan Ekologis".

Dan disusul Muhammad Yusuf Putra. Alumni HMI Cabang Surabaya, ini meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin Makassar dengan IPK: 3,9. Judul disertasi dia adalah "Politik Hukum Tindak Pidana Gratifikasi Dalam Pembaruan Hukum Pidana".

Ada juga nama Dr. Tahrir,  S. Psi. M. Si. Dia meraih gelar Doktor Ilmu Psikologi dari Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta. Judul disertasinya "Model Struktural Moral Disengagement Mahasiswa". IPK Alumni HMI 3,91.

Peraih predikat Cum Loude alumni HMI lainnya adalah. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si. Dia meraih gelar Doktor Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan dari IPB. Judul Disertasinya adalah "Pengelolaan Perikanan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Berbasis Ekologi-Masyarakat di Pulau Enggano Provinsi Bengkulu. Alumni HMI Cabang Bogor ini meraih nilai IPK 4,00.

Kemudian ada nama Dr. Susi Susilawati. Dia merupakan alumni HMI Cabang Yogyakarta. Dia meraih Gelar Doktor Ilmu Hukum dari Univesitas Muslim Indonesia, Makassar dengan IPK 3.90. Judul Disertasinya adalah "Hakikat Kesetaraan Jender dalam membangun Hukum Perkawinan yang Berkeadilan,".

Begitu juga dengan Dr. La Rudi. Alumni HMI Cabang Kendari ini meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan dari UNY dengan IPK 3.96. Judul disertasi dia adalah "Tara, Turu, Toro: Pendidikan Karakter dalam Budaya Bahari Masyarakat Wakatobi".

Terakhir penyadang pridikat Cum Loude alumni HMI lainnya adalah. Dr. Tahrir,  S. Psi. M. Si. Dia menempuh program profesi Doktor Ilmu Psikologi di kampus Universitas Persada indonesia YAI Jakarta dengan IPK 3,91. Dia berhasil merampungkan Disertasinya berjudul "Model Struktural Moral Disengagement Mahasiswa". (RF)

Komentar Anda

Berita Terkini