|

Ketum KNPI Minta Jokowi Reshuffle Airlangga, Kader Golkar Jakarta Marah

Faktanews.id - Kader Golkar DKI Jakarta Agus Harta, marah karena Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama meminta Presiden Jokowi mengganti Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi.

Menurut Agus, penilaian Haris Pertama soal kinerja Airlangga dalam penanganagan pandemi virus corona atau Covid-19 yang disampaikan pada diskusi virtual bertajuk "New Normal: Perlukah Reshuffle Kabinet?", Minggu (7/6/2020) malam, itu terlalu terburu-buru dan tidak berdasar. Menurutnya, Airlangga memiliki banyak prestasi.

"Saudara Haris Pertama ini terlalu tergesa-gesa dan kurang mendasar, kita flashback prestasi Pak Airlangga Hartarto," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/6/2020).

Agus menyebut prestasi Airlangga dapat dilihat ketika dia menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Di Kementerian itu, Airlangga yang juga Ketum Golkar ini berhasil membangun SDM dan infrastruktur industri serta melahirkan Making Indonesia 4.0.

"Bukan hanya itu, pak Airlangga juga berhasil meningkatkan investasi industri bidang kimia, industri farmasi dan tekstil dan yang lebih penting lagi melalui peningkatan industri digital sehingga banyak menciptakan wirausaha baru. Itulah alasan presiden Jokowi memilih Pak Airlangga Hartarto untuk melanjutkan kinerjanya dikabinet kedua periodenya Presiden Jokowi," tandas Agus.

Menurut Agus, Haris Pertama mestinya tahu soal etika politik karena dia sendiri merupakan kader Golkar. Agus juga meminta Harus Pertama intropeksi diri.

"Baiknya berkaca terlebih dahulu pada diri sendiri, sebab yang saya tahu organisasi yang saat ini dia pimpin (KNPI) juga terpecah belah," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Haris Pertama meminta Jokowi mereshuffle empat menteri. Selain Airlangga Hartarto, Haris mengatakan tiga menteri lainnya yang duduk di Kabinet Indonesia Maju juga layak direshuffle. Mereka adalah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Jualiari P Batubara, dan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini