|

Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu Kecam Pihak Yang Manfaatkan Situasi Pandemi

Faktanews.id - Sebanyak 22 Organisasi Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi mendesak pemerintah melakukan evaluasi penanganan pandemi wabah virus corona atau Covid-19 di tengah penerapan kenormalan baru atau new normal. Mereka tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bersatu (GMBJ).

Abraham, perwakilan GMBJ, dalam konfrensi pers di Tugu Proklmasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2020) mengatakan, pandemi Covid-19 telah merubah hampir seluruh tatanan masyarakat dunia. Tidak hanya tatanan sosial, tapi juga ekonomi dan politik, tak terkecuali di Indonesia, cukup terdampak dari wabah virus mematikan ini. Menurut Abraham, bencana nasional non-alam yang menjadi tragedi kesehatan ini sangat memukul kondisi Indonesia.

"Berbagai polemik dan fenomena efek domino dari Covid-19 ini turut mewarnai tatanan Indonesia. Meski demikian dengan terbata-bata bangsa kita tetap berjalan mencoba untuk bangkit dari keterpurukan ini," ujar Abraham.

Kendati begitu, pemerintah harus melakukan evaluasi, terutama soal kecepatan dan ketepatan pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 ini. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, sebab, kata Abraham, akhir-akhir ini banyak agitasi dan propaganda yang mengarah pada perpecahan bangsa Indonesia.

"Sebagai anak bangsa yang dididik dan mengenyam pendidikan diperguruan tinggi tentu kami tidak menginginkan perpecahan dan konflik horizontal terjadi di negara ini," katanya.

GMBJ, kata Bram melihat ada problem di sektor pendidikan selama Covid-19 ini belum sirna. Abraham mencontohkan soal biaya perkuliahan yang tetap berjalan walaupun perkuliahan tidak normal seperti biasanya. Dia lantas mengkritik Kemendikbud karena menerapkan kebijakan yang tidak memihak kepada mahasiswa-mahasiswi. Tak sampai di situ, GMBJ juga menyoroti Rancangan UU yang menuai kontroversi dan bermasalah, persoalan ekonomi Negara, dan maneuver kelompok-kelompok yang terlihat akan membuat perpecahan antar anak Bangsa pun turut mewarnai situasi bangsa hari ini.
GMBJ kemudian menyampaikan 7 poin tuntutan kepada pemerintah.

Pertama, stop komersialisasi dan liberasi pendidikan.

Kedua, mendesak pemerintah melalui Kemendikbud untuk memberikan potongan biaya pendidikan sebesar 50 % ditengah pandemic ini.

Ketiga, mendesak DPR membatalkan semua pembahasan RUU yang kontroversial.

Keempat, tegakkan hukum seadil-adilnya.

Kelima, kembalikan demokrasi kerakyatan sesuai Pancasila

Keenam, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan new normal dan menjalankan protocol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Ketujuh, mengecam seluruh pihak yang memanfaatkan situasi dan kondisi hari ini untuk kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan.

Untuk diketahui, 22 organisasi Mahasiswa dan BEM yang tergabung pada GMBJ adalah

1. BEM Universitas Mercubuana
2. BEM STPI
3. BEM UNKRIS
4. BEM UPI-YAI
5. BEM UTA 45
6. JONG MACA
7. BEM UIC
8. LMND DKI Jakarta
9. SEMMI Jakarta Pusat
10. GMNI Jakarta Barat
11. GMNI Jakarta Pusat
12. PMKRI Jakarta Pusat
13. PMKRI Jakarta Timur
14. PMKRI Jakarta Selatan
15. PMKRI Jakarta Utara
16. HMI Jak-Pus-Tara
17. HMI Jakarta Timur
18. PMII Jakarta Timur
19. PMII Jakarta Barat
20. GPPB DKI Jakarta
21. GMKI Jakarta
22. SAPMA PP Jakarta Utara

Komentar Anda

Berita Terkini