|

Neologisme Jokowi Mudik


Faktanews.id - The timeless playwright William Shakespeare bernafas 456 tahun lalu. Sastrawan sekaligus prolific inventor of words. Ya pencipta "kata".

William Shakespeare menemukan 1700 kata baru; "Bandit", "Critic", "Dwindle", "Swagger" dan sebagainya. Dia memberi arti-baru dan meredifinisi 300-an kata dengan prefix "un". Misalnya; Unaware, Unearthly, Uncomfortable.

"Shakespeare, with his peculiar royal privilege as king of all poets, has minted several words that deserve to become current in our language," kata Charles dan Mary Cowden Clarke.

Menciptakan & meredefinisi kata-kata bukan sesuatu yang aneh sedari Era Elizabethan England.

William Shakespeare also made nouns into verbs. Seperti kata "friend". Mark Zuckerberg menggunakan pola itu 395 tahun kemudian.

Setiap generasi punya vocabulary. Especially millenials. Mereka ciptakan kata baru. Banyak sekali. Dari "supercalifragilisticexpialidocious" to "Manhattanhenge" sampai "selfie".

There is Undeniable Link Between Vocabulary & IQ. Orang bodoh ngga tau ini. "Vocabulary is generally the best predictor of overall score on a psychometric IQ test," tulis Robert J. Sternberg dari Yale University.

President Jokowi baru saja meredefinisi kata "mudik" dan "pul-kam". Keren dan canggih. Minimal biasa saja. Anehnya, Kaum Idiot mala nge-bully. Kaget. Bawa referensi KBBI. Sok pinter.

"Pulang kampung" itu orang yang mencari uang di kota dan pulang ke rumahnya yang ada di kampung lain. Sedangkan "mudik" khusus pulang untuk "idul fitri".

Ngga ada yang salah dengan Redefinisi Jokowi. Sama seperti Shakespeare’s literary creations. Presiden Trump sering disebut "neologist-in-chief". Akibat suka berkreasi dengan kata & istilah.

Yang dilakukan Presiden Jokowi masuk kategori "Theoretical lexicography". Haters dan Tukang bully cari sendiri artinya. Belajar linguistik sebelum mempermalukan diri dengan menghina Jokowi's neologisme.

Oleh: Zeng Wei Jian


Komentar Anda

Berita Terkini