|

Jawab Usulan Politisi PKS, Kader Muda Golkar Tak Setuju Stafsus Milenial Presiden Dibubarkan


Faktanews.id - Kader muda Golkar Muhammad Rafik Perkasa Alamsyah tak setuju dengan usulan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil yang meminta Presiden Jokowi membubarkan staf khusus milenial presiden.

"Intinya sebenarnya posisi stafsus milenial (presiden) itu niat baik pemerintah Jokowi mempersiapkan kepemimpinan berikutnya dari generasi milenial sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa Indonesia," ujar Rafik saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).

Usulan pembubaran stasuf milenial presiden tidak elok. Sebab, kata Rafik, adanya stafus presiden dari kalangan milenial ini bisa menjadi jembatan atau sebagai penyambung aspirasi suara generasi milienal yang berada di luar pemerintahah untuk selanjutnya disampaikan kepada Presiden Jokowi.

"Yang kedua sebagai penyambung aspirasi suara generasi milenial kepada presiden. Itu tujuan utama. Bukannya diharapkan mampu untuk memberikan advise kepada presiden," pungkas Rafik.

Rafik berharap stafsus presiden milenial ini semakin matang, baik dalam berpikir maupun bertindak. Stafsus presiden milenial ini bisa belajar banyak hal di dalam pemerintahan.

"Diharapkan perwakilan milenial tersebut menjadi mumpuni dan matang ke depan kalau sejak mudanya diberikan kesempatan ikut dalam lingkaran Istana," tandas Rafik.

Diberitakan sebelumnya, Nasir Djamil mengusulkan agar stasus presiden milenial dibubarkan karena keberadaan mereka tidak ada manfaatnya. Yang ada, kata Nasir, keberadaan mereka cenderung menghabiskan anggaran negara.

"Staf khusus itu gak jelas tupoksinya karena itu sebelum terlambat, sebaiknya dilikuidasi aja,” kata Nasir Djamil. (RF)





Komentar Anda

Berita Terkini