|

Moeldoko Jangan Bawa Nama Relawan Untuk Naikan Anggaran KSP

Faktanews.id - Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko acap kali menimbulkan kontraversi di kalangan Relawan. Selain sering mendapatkan kecaman dari kelompok PA 212, sekarang giliran datang dari kalangan relawan Jokowi-Ma'ruf atas pernyataannya meminta naikan anggaran di KSP.

"Sangat disayangkan pernyataan Moeldoko meminta dinaikkan anggaran KSP. Lucunya mantan jenderal ini jual-jual nama relawan untuk meminta naikan anggaran"  ucap pengamat politik Fernando Sitorus M,Si atau yang dikenal Fernando Emas yang dihubungi via selulernya (7/11/2019).

Fernando Emas juga  mengungkapkan  bahwa apa dilihat selama ini  relawan mendukung Jokowi-Ma'ruf dengan ikhlas tanpa pamrih. “Saya kira para relawan siap jika dilibatkan dalam memajukan Indonesia oleh Presiden Jokowi,” ujar Fernando Emas.

“Mereka bekerja ikhlas. Tapi yang saya dengar juga dari beberapa kawan Relawan, dia  (Moeldoko) apakah selama ini  pernah peduli nasib relawan. Saya menduga Moeldoko punya karakter politikus opurtunis, ya kita tahulah jejak digital nya sebelum bergabung dengan Presiden Jokowi, mungkin masih ingat bagaimana jam tangan nya di banting dan di hancurkan ketika wartawan menanyakan harga nya yang mewah ,” ungkap Fernando Emas yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi di DKI  Jakarta.

Pernyataan Kantor Staf Kepresidenan ( KSP) Moeldoko meminta dinaikkan anggaran KSP dari Rp 82 Miliar menjadi Rp 250 Miliar terungkap dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dalam wawancara itu Moeldoko mengatakan akan ada penambahan personil sekitar 10-15 orang bagi parpol dan relawan yang belum dapat jatah.

Dengan penambahan personel itu, Moeldoko pun berharap anggaran KSP bisa ditambah. Sebelumnya, anggaran KSP hanya Rp 82 Miliar. Ia menilai anggaran itu sangat minim untuk tugas KSP yang harus menangani isu lintas sektor.

"Saya hitung-hitung kemarin sekitar Rp 150 Miliar sudah cukup baik. Enggak banyak juga," kata Moeldoko. “Dengan memakai bahasa jatah dan berakibat anggaran KSP harus naik, cara Moeldoko ini bisa mencinderai keikhlasan yang di lakukan oleh relawan dan jelas melukai hati pak Jokowi,” ujar Fernando Emas yang juga Direktur Rumah Politik Indonesia sambil menutupi pembicaraannya .(RF)
Komentar Anda

Berita Terkini