|

Pengusaha Kopi Apresiasi Program Penyuluhan Kementan

Faktanews.id -Industri kopi nasional tumbuh subur dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan yang tinggi, serta makin masifnya bisnis kopi di sektor hilir, membuat komoditi ini menjadi primadona.

Tak ayal, produksi kopi pun melonjak tajam. Termasuk soal ekspor ke sejumlah negara. Perlu diketahui, luas perkebunan kopi di Indonesia pada tahun 2017 berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjen Bun), Kementerian Pertanian, mencapai 1,23 juta hektare.

Sementara pada tahun 2018, total luas lahan kopi telah mencapai 1.259.136 hektare. Tentu saja capaian ini mendorong Kementan untuk terus melakukan ekspor kopi.

Salah satu pengusaha kopi asal Depok Alvin Husein Ghazali menilai mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian meningkatkan produksi kopi nasional.

“Kami bersyukur Kementerian Pertanian punya program yang bagus-bagus. Seperti penyuluhan kopi,” kata Alvin usai menjadi pembicara pada Pelatihan Barista Kopi di acara Agri Vaganza Kementan, akhir pekan kemarin.

Program penyuluhan dari Ditjenbun Kementan ini sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan permintaan produksi, sehingga suplay kopi pun berjalan dengan baik.

Alvin menilai, agar produksi kopi nusantara mempunya daya saing di tingkat internasional. harus dimulai dari mata rantai.

“Karena sebagai pengusaha kopi, berarti posisi saya ada di paling bawah. Artinya, dari rantai perjalanan kopi ini saya yang paling akhir menerima stok. Jadi, yang saya lihat sejauh ini ada upaya dari Kementan untuk melakukan itu semua,”

Alvin juga berharap, program penyuluhan dari Ditjenbun Kementan ini, perlu didukung oleh semua pihak. Baik itu petani, pengusaha kopi hingga masyarakat pecinta kopi-kopi khas nusantara. (Ans)
Komentar Anda

Berita Terkini