|

Menteri BUMN Didesak Copot Dirut PT Garuda Indonesia

Faktanews.id - Menteri BUMN Rini Soemarno didesak mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara. Hal ini menyusul adanya penipuan perihal laporann Posisi Keuangan (LPK) tahunan perusahaan tahun 2018.

"Copot Semua Dewan Direksi PT Garuda karena melakukan penipuan dalam pembuatan laporan tahunan," ujar Aliansi Muda Untuk Demokrasi (Almud), Fadhli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/7/2019).

Fadhli menyebut pada laporan 31 desember 2018 dituliskan bahwa PT Garuda mengalami keuntungan laba bersih USD 809,85 ribu atau sekitar Rp 11 milyar. Padahal diperoleh informasi bahwa  PT Garuda mengalami kerugian cukup dalam pada tahun 2017 mencapai Rp 3 triliun.

"Hal ini menjadi tanda tanya bagaimana mungkin kerugian yang cukup dalam dapat disulap menjadi keuntungan dalam satu tahun. Padahal kita ketahui bersama dalam tahun 2018 rupiah pernah melemah sampai 14.000 per 1 dolar amerika dan harga minya dunia juga tidak stabil seharusnya hal ini akan menjadi kendala untuk semua perusahaan penerbangan, tetapi kenapa garuda malah mendapatkan keuntungan?," tanya Fadhli.

Fadhli menambahkan berdasarkan laporan keuangan tahunan 2018 PT garuda terdapat perjanjian kerja sama dari perusahaan Mahata Aero Teknologi sebesar USD 239 juta. Namun, kata dia, kerja sama tersebut tidak dapat dimasukan dalam LPK 2018 karena kerja sama itu untuk 15 tahun dan dana tersebut belum diterima sampai akhir tahun 2018.

"Hal ini merugikan sekali bagi Bursa Efek Indonesia BEI dimana PT garuda juga menjual saham nya kepada masyarakat umum jadi hal ini dapat kita kategorikan sebagai penipuan publik," tambah dia.

Menurut Fadhli, sebagai perusaan plat merah PT Garuda harus membuat laporan keuangan secara transparan. Selain melakukan penipuan publik, Fadhli mengatakan Dirut PT Garuda Ari Askhara gagal memimpin perusahaan dan menguntungkan mafia-mafia penerbangan serta merugikan masyarakat dengan mahalnya tiket pesawat belakangan ini.

"Turunkan harga tiket pesawat untuk memudahkan masyarakat," kata dia. (RF)

Komentar Anda

Berita Terkini