|

Panglima TNI dan Kapolri Dinilai Layak Dianugerahi Bapak Demokrasi Damai

Faktanews.id - Pemilu Serentak selesai sudah. Pesta demokrasi nasional yang berlangsung 17 April 2019 lalu, itu berjalan aman dan damai.

Hal tersebut dianggap tak lepas dari kerja keras TNI-Polri dalam mengawal keamanan dan kelancaran semua tahapan Pemilu.

Karena itu, Pengurus Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (MP3I) Habib Sholeh Almuhdar menilai Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian layak mendapat penghargaan sebagai Bapak Demokrasi Damai Indonesia 2019.

"Semua anak bangsa Indonesia harus menghargai kerja keras dan kesabaran TNI dan Polri dalam mengawal jalannya pemilu 2019. Mulai dari persiapan, pada masa pencoblosan, hingga ditetapkannya hasil pemilu. Maka sangat layak, bahkan wajib negara ini memberi penghargaan," ujar Habib Sholeh, Jumat (31/5/2019).

Kata Habib Sholeh, soliditas TNI dan Polri telah menjadi benteng bagi proses demokrasi Indonesia dari aneka rongrongan dari berbagai pihak, yang tak ingin Indonesia bersatu dan menjadi negara demokrasi yang baik.

Bahkan, jelas Habib Sholeh, bentrokan saat aksi demonstrasi 21 dan 22 Mei bisa saja menelan banyak korban jiwa. Namun berkat kesigapan dan kesabaran aparat TNI dan Polri, korban jiwa yang besar akhirnya bisa dihindarkan.

"Bukan hanya kekuatan, tapi kesabaran dari TNI dan Polri ini sangat mengharukan. Di lapangan mereka bukan hanya dilempari batu, tapi juga diejek dan dicaci. Aparat TNI Polri harus berhadapan dengan masyarakat yang dihasut untuk melawan negara," jelas Habib Sholeh.

"Aparat TNI dan Polri dengan penuh kesabaran menghalau agar aksi itu tidak anarkis dan suasana bisa aman terkendali. Memang ada korban meninggal dan luka-luka, tapi andai TNI Polri tidak sigap, bisa dibahangkan betapa banyak korban yang bisa terjadi. Masyarakat harus paham akan hal ini," jelasnya.

Habib Sholeh menduga ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk membentur-benturkan TNI dan Polri. Upaya melemahkan TNI Polri terus dilakukan dengan harapan proses pengamanan Pemilu menjadi tidak solid.

"Namun kita patut bangga, TNI dan Polri tetap solid dan tak bisa diadu-domba. Soliditas ini mampu mengawal proses demokrasi kita dengan baik di tengah beratnya perlawanan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab," jelas Habib Sholeh.

Oleh sebab itu, Habib Sholeh meminta Presiden Jokowi agar memberikan penghargaan khusus bagi TNI dan Polri, sebagai punggawa demokrasi damai Indonesia.

"Saya harap ada penganugerahan punggawa demokrasi damai Indonesia buat Panglima TNI dan Kapolri. Mereka layak mendapat penghargaan itu," jelasnya.

Terakhir, Habib Sholeh mendukung langkah tegas TNI dan Polri dalam menghukum siapa pun yang melakukan upaya makar. Apalagi ajang perebutan kekuasaan disalahartikan dengan menghalalkan segala cara.

Termasuk memecah-belah bangsa, mengadudomba umat, melakukan provokasi atas nama agama, bahkan ada yang sampai menyerukan disintegrasi bangsa.

"Bagi pelaku upaya makar dan pemecahbelah NKRI, tentu harus ditindak setegas-tegasnya. Saya sangat mendukung tindakan tegas itu," tuntas Habib Sholeh Almuhdar. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini