|

Gegara Romy, Kader PPP Disarankan Tobat Massal

(Karyono Wibowo)
FaktaNews.id - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah dirundung masalah. Penyebabnya karena perilaku Ketua Umumnya, M. Romahurmuziy. Romy -- sapaan akrab Romahurmuziy, kini berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rommy diduga KPK menerima uang suap Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Penerimaan itu untuk pengisian jabatan di Kemenag. Akibat perbuatannya, Romy ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Keryono Wibowo menyarankan kader PPP melakukan beberapa langkah untuk menyelamatkan masa depan partai berlambang ka'bah tersebut.

Langkah yang dapat ditempuh oleh PPP, kata Karyono, adalah memberhentikan atau memecat Romy dari posisi Ketum dan menyerahkan kasus Romy pada mekanisme hukum yang berlaku.

Kemudian, kata Karyono, langkah berikutnya yang dapat ditempuh PPP mengeluarkan suatu sikap agar kader-kadernya menjauhi dan ikut memerangi persoalan korupsi di tanah air.

"PPP menghimbau kader-kadernya menyatakan tobatan nasuha secara massal. Ini harus dilajukan karena ini partai Islam. Ini sebagai permintaan maaf kepada masyarakat," katanya.

Hal tersebut disampaikan Karyono ketika ditanya perihal nasib PPP pasca Romy ditangkap KPK, usai diskusi publik bertajuk "Implikasi Dan Konsekuensi Kampanye Menggunakan Hoaks Dalam Pemilu 2019," di The Apollo Cafe, Hotel Ibis, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).
(RF)
Komentar Anda

Berita Terkini