|

Pertimbangan Jenggala Center Fokus Menangkan Jokowi-Ma'ruf

(Syamsuddin Radjab (kanan menggunakan jas) di sela-sela konsolidasi nasional Jenggala Center di Hotel JS Luwansa, Kuningan)
FaktaNews - Jenggala Center menggelar konsolidasi nasional untuk memenangkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019).

Direktur eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab mengatakan pihaknya ingin Jokowi-Ma'ruf menjadi pemenang kontestasi Pilpres yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang.

'Ini sebagai panggilan sejarah untuk tetap memenangkan Jokowi-MA melanjutkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat," ujar Syamsuddin.

Menurut Syamsuddin, Jenggala Center terbentuk di hampir seluruh daerah tanah air. Jenggala Center terus mensosialisasikan keberhasilan dan prestasi Jokowi dalam memimpin Indonesia selama empat tahun lebih. Maka dari itu, kata dia, Jenggala ingin kepemimpinan Jokowi dilanjutkan kembali.

Dia kemudian menjelaskan bahwa Jenggala merupakan tim pemenangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 silam. Dan JK sendiri diketahui saat ini merupakan ketua Tim pengarah pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Menurut dia, aat ini Jenggala telah membentuk jejaring lembaga pemikiran dan sosial serta kontribusi memberikan gagasan ke pengambil kebijakan termasuk memberikan kritikan konstruktif kepada pemerintah.

"Selama 4 tahun lebih pemerintahan Jokowi-JK telah mengemban amanah rakyat secara baik melalui pembangunan fisik berupa infrastruktur maupun pembangunan manusia yang dibuktikan dengan tingkat kepuasaan diatas 80% dari semua hasil survei nasional," ucap Syamsuddin.

Syamsuddin menambahkan ada beberapa hal yang perlu dibenahi dan diperhatikan secara seksama pada masa kampanye ini.

Pertama, saatnya door to door disetiap rumah pemilih dan basis masing-masing dan dihilangkan balas-membalas serangan antar tim atau sukarelawan dan simpatisan

Kedua, pendukung partai politik, relawan, simpatisan dan jubir agar fokus ke kampanye keberhasilan pemerintahan saat ini dan bukan melayani serangan membabi-buta lawan dan oposisi, kalau pun direspons secukupnya saja agar tidak merugikan pasangan calon kita, Jokowi-MA. Laporan-laporan hukum ke kepolisian sebaiknya dihentikan.

Ketiga, dalam amatan saya dan laporan jenggala daerah-daerah kinerja kampanye parpol pendukung belum maksimal dan bahkan beberapa caleg takut mengkampanyekan Jokowi-MA didapilnya. Berjuang butuh militansi dan militansi butuh komitmen, konsistensi dan ideologi agar kita keluar sebagai pemenang dlm pertarungan pilpres 2019 ini. (RF)



Komentar Anda

Berita Terkini