|

Klarifikasi Achmad Zaki, Ceo Bukalapak Soal "Presiden Baru" Tak Terkait Pilpres

(Achmad Zaki)
FaktaNews.id - Ceo dan Funder Bukalapak, Achmad Zaki meminta maaf terkait cuitannya yang menyebut "Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD).

Cuitan Zaki ini disertai dengan tulisan "mudah2an presiden baru bisa naikin". Cuitan Zaki ini kemudian ramai diperbincangkan netizen, bahkan berbuntut pada tagar #unistallbukalapak menjadi tranding topok.

Tak ingin masalah berlarut-larut, Zaki kemudian meminta maaf. Menurutnya, cuitannya tersebut tidak bermaksud mendukung salah satu pasangan capres-cawapres. Hal ini disamapikan Zaki, mewakili Bukapalak, melalui siaran persnya, Jumat (14/2/2019).

Berikut klarifikasi Zaki selengakapnya.

Sebagai CEO dan Founder Bukalapak, Achmad Zaky pada prinsipnya sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Ia sangat berharap agar investasi dalam bidang riset dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.

Mewakili Bukalapak, Achmad Zaky memohon maaf atas kekhilafannya dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan dengan tegas menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

"Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakanpermohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," kata Zaky.

Achmad Zaky dan Bukalapak amat sangat berterima kasih atas kebijakan serta dukungan pemerintah Indonesia yang diberikan selama ini kepada Bukalapak.

Diberitakan sebelumnya, Zaky, dalam cuitannya menyebut omong kosong Industri 4.0 jika bujet research & development (R&D) Indonesia masih jauh dibandingkan negara lain.

"Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky. Cuitan itu sudah dihapus Zaky. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini