|

Tutup Pelatihan Kepemimpinan, Bursah Zarnubi: Pemuda Itu Niscaya Pemimpin Masa Depan

Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi saat menutup pelatihan kepemimpinan bangsa di Wisma Gedung DPR RI, Puncak Bogor. (27/1/2019)
FaktaNews.id - Pelatihan kepemimpinan bangsa yang diselenggakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) di Wisma DPR RI, Puncak Bogor selama 3 hari, terhitung mulai Jumat 25 sampai Minggu 27 Januari 2019, resmi ditutup.

Adalah Ketua Umum DPP PGK, Bursah Zarnubi yang menutup pelatihan kepemimpinan bertajuk "Peran Genasi Muda Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045" ini.

Kepada peserta pelatihan, Bursah menyampaikan dan mendorong mereka untuk lebih giat membudayakan literasi di tengah arus perkembangan teknologi yang serba cangih akhir-akhir ini.

"Literasi digital bukan saja mengenai teknologi, tapi kita juga harus mengenal literasi sosial, etika, politik, ekonomi dan kebudayaan, agar kita memahami literasi digital secara utuh" ujar Bursah.
Menurut Bursah, pasca pelatihan kepemimpinan angkatan ke VI ini peserta pelatihan dapat mengembangkan kapasitas sambari mengikuti perkembangan arus infomasi. Untuk mempersiapkan masa depan bangsa, Bursah meminta kader PKG membaca buku minimal 4 jam dalam sehari. "Dengan membaca yang cukup literasi kita dipastikan meningkat", ujar Bursah.

"PGK hanya menyiapkan fasilitas pelatihan, menghadirkan nara sumber, selebihnyaPGK  tidak bisa menentukan masa depan anda, anda sendiri yang menentukan nasib dan masa depan anda sendiri,"katanya.

Bursah juga menyerukan agar kader PGK lebih giat belajar dan menimba pengalaman,  perjuangan dan pergerakan pemimpin masa lalu bangsa, untuk memahami politik, ekonomi dan lain-lain. Dia kemudian mengutip  sahabat Nabi Muhammad SAW.

"Sayidina Ali pernah mengatakan  pemuda itu bukan orang yang mengatakan inilah orang tuaku, tetapi orang yang mengtakan inilah aku," pungkas Bursah.

Lebih lanjut, Bursah menambahkan bahwa kader PGK, sebagai generasi penerus bangsa, yang terus memperkuat literasi, kelak akan menjadi pemimpin, untuk melanjutkan pembangunan di bangsa ini.

"Perlu kami sampaikan, negara kita membutuhkan anak muda. Sekali lagi, PGK tidak bisa menentukan masa depan anda," tambah Bursah.
Dalam kesempatan itu, Bursah juga menyampaikan sejumlah aset bangsa yang sudah diambil alih pengelolaanya oleh pemerintah. Contonya adalah Blok Mahakam, Blok Rokan, dan terakhir 51 pwrsen saham freeport, yang belum pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

"Jadi mau apalagi kalau kita tidak mendukung pembangunan berkelanjutan," katanya.

Bursah juga menyingung soal Pemilu Serentak yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang. Kepada genarasi milenial dan anak muda, Bursah meminta agar pesta demokrasi lima tahunan itu kualitas demokrasinya dijaga dan disukseskan.

"Sebagai generasi yang melek informasi kita jangan termakan berita-berita hoaks. Berita hoaks itu dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita sukseskan Pemilu ini," tandas Bursah sambari mengucapkan, Alhamdulillah sebagai tanda penutup acara pelatihan kepemipinan bangsa yang diikuti sekitar 100 an peserta lintas daerah, organisasi dan ekstra universitas kampus ini. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini