|

Jokowi dan Prabowo Diprediksi Saling Serang Soal korupsi dan HAM dalam Debat Perdana

FaktaNews.id - Debat perdana pilpres yang berlangsung pada Kamis (17/1/2019) malam nanti diprediksi akan berat. Kedua paslon capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf vs Prabowo-Sandi, diprediksi bakal mengunakan isu masa lalu dan saat ini untuk saling serang.

Pengamat Politik Indonesian Public Institute, Jerry Massi memprediksi kubu Jokowi akan mempertanyakan pemecatan Prabowo dan dosa masa lalu dia yang diduga terlibat dalam kasus penculikan aktivis pasca reformasi 98.

"Selain itu ada tiga isu besar HAM yakni pelanggaran Mass Lalu, Agraria/Pertanahan serta Natural Recources (Sumber Daya Alam)," ujar Jerry dalam keterangannya, Kamis (17/1/2019).

Selain itu, perang isu HAM dan kasus korupsi juga akan menarik pada debat capres yang bakal disiarkan sejumlah stasiun televisi tersebut. Kasus korupsi yang bakal diperdebatkan kedua paslon capres-cawapres adalah kasus mega korupsi Bank Century yang merugikan uang negara sebanyak Rp7,8 triliun.

"Saya prediksi ini akan diangkat ke publik," tandas Jerry.

Menurut Jerry, Prabowo bakal kesulitan menyerang atau menyalahkan Jokowi dalam kasus skandal Century karena kasus tersebut terjadi pada pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"ertanyaan saat itu kenapa KPK takut mengungkap dan membongkarnya?," tanya Jerry.

Kasus korupsi lainnya yang bakal disentil dalam debat capres, adalah soal skandal Meikarta. Pada skandal diduga melibatkan Lippo Group dan Bupatu Bekasi, Neneng Hasanasah yang statusnya sebagai tersangka.

"Nah, siapapun presidennya dia harus membongkar kasus ini. Saya yakin ada para mafia raksasa yang ikut terlibat dalam skandal ini. Ada lagi paling akan diangkat misakan kasus BLBI. Semua ini akan dipolitisasi dan di polarisasi lawan politik. Sang petahana harus hati-hati juga saat memberikan point of view atau sudut pandangnya," ucapnya.

Kendati sejumlah kasus korupsi yang diprediksi bakal menjadi perdebatan, Jerry menilai ada dua kasus korupsi yang tidak diungkap dalam debat tersebut. Kedua kasus ini adalah soal kasus Reklamasi teluk Jakarta dan pembelian lahan RS Sumber Waras Rp191 Miliar.

"Tapi saya nilai dibawah pemerintahan Jokowi Rp1,5 triliun diselamatkan KPK, 8290 tersangka Pungli, 5070 OTT KPK dengan jumlah uang yang diamankan Rp320 Miliar. Jadi Jokowi bisa dibilang sukses dalam penanganan korupsi.
Ini bisa dibilang pencapaian yang baik," katanya. (RF)



Komentar Anda

Berita Terkini