|

Anhar Gonggong: Mahasiswa Harus Terdidik dan Tercerahkan

(Anhar Gonggong (Kiri), Bursah Zarnubi (Kanan) saat menjadi pembicara pelatihan kepemimpinan bangsa di Puncak Bogor)
FaktaNews.id - Sejarawan Anhar Gonggong kembali memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa peserta pelatihan kepemimpinan bangsa di Wisma Gedung DPR RI, Puncak Bogor, Sabtu (26/1/2019).

Pelatihan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Pekumpulan Gerakan Kebangsaan ini bertajuk "Peran Generasi Muda Dalam mendukung Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045".

Menurut Anhar, mahasiwa harus terdidik dan tercerahkan sekaligus. Menjadi manusia terdidik tidaklah cukup untuk menata Indonesia ke arah yang lebih baik. Toh, sudah banyak bukti dari kalangan terdidik dan yang bergelar doktor yang masuk penjara karena melakukan pelanggaran hukum.
"Boedi Oetomo itu didirikan oleh anak-anak muda umurnya 18-23 tahun. Mereka orang terdidik dan tercerahkan. Kalau dalam konteks sekarang banyak yang terdidik, doktor banyak yang masuk penjara. Dia melarang dia mengambil hak orang lain. Terdidik tapi tidak tercerahkan," ujar Anhar.

Anhar menyebut dua tokoh pergerakan nasional bergelar pahlawan nasional, Sukarno dan Hatta. Kedua tokoh ini sebagai manusia terdidik dan tercerahkan. Mereka rela masuk penjara karena ada kesadaran untuk menjadikan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara yang merdeka.

"Sukarno dan Hatta terdidik tercerahkan, bisa saja bekerja untuk Belanda, tapi kalau kerja untuk Belanda bangsanya belum selesai. Tapi itu tidak dilakukan, Sukarno dan Hatta rela masuk penjara karena sadar bangsanya yang ingin merdeka," papar dia.

Setelah berhasil menjadikan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang berdaulat, Sukarno-Hatta terus memainkan peranannya.
"Ada Konfrensi Asia Afrika 10 tahun setelah merdeka. Sukarno juga ikut berjuang bersama-sama bangsa lain. Namanya harum," katanya.

Peranan Indonesia selanjutnya terlihat ketika Indonesia menjadi tuan rumah Konfrensi Asia-Afrika yang digelar di Bandung 2018 silam. Juga Perhelatan ekonomi terbesar dunia di Bali 2018 bertajuk "The Annual Meetings of International Monetary Fund & World Bank Group (IMF-WBG).

"Di Bali kemarin membicarakan ekonomi dunia. Itu adalah peranan kita," katanya.

Anhar juga menyebut Indonesia sebagai sebuah negara besar dengan jumlah penduduk sekitar 265 juta. Namun demikian, jumlah penduduk besar itu tidak boleh dibanggakan selama mereka tidak memiliki peranan dalam pembangunan bangsa. Untuk memainkan peran, Anhar mengajak mahasiswa mengikuti perkembangan teknologi.

"Tidak mungkin kita melakukan peranan kalau kita tidak ikut perkembangan teknologi. Pendidikan jangan digunakan untuk diri sendiri, tapi untuk kepentingan bangsa," tandas Anhar.

Untuk diketahui, yang mendampingi Anhar Gonggong okesempatan ini adalah Ketum DPP PGK Bursah Zarnubi, mantan Presiden Pemuda Asia-Afrika Beni Pramula dan Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini