|

Lagi, Polda Metro Gagalkan Penyelundupan 70 Kg Sabu, 49.238 Ekstasi dan 1 Mobil Ferrari

FaktaNews.id - Polda Metro Jaya kembali berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba yang dilakukan bandar barang haram jaringan internasional. Ada 70 kilogram sabu dan 49.238 butir ekstasi yang berhasil digagalkan Direktorat Narkoba Polda Metro.

Gembong narkoba masih terus berkeliaran dan menyelundupkan kiloan narkoba ke Jakarta dan Indeonesia. Polda Metro Jaya baru saja berhasil mengungkap sindikat narkoba jaringan International yang mencoba membawa masuk narkoba dalam jumlah besar ke Jakarta dan wilayah lainnya.  Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran 70 kilogram sabu dan 49.238 butir ekstasi.

Wakapolda Brigjen Wahyu Hadiningrat, mengatakan narkoba tersebut berasal dari Negeri Jiran, dari Malaysia. Narkoba tersebut dibawa melalui Palembang dan disimpan dalam sound mobil untuk selanjutnya dibawa melalui jalan darat ke Ibu Kota.

"Kita mendapatkan informasi atau laporan dari masyarakat. Kemudian dilakukan investigasi dan berhasil meringkus 2 orang pada 17 Desember lalu. Selanjutnya berkembang ke pelaku lainnya, hingga ada 7 orang yang sudah kami amankan,’ tegas Wahyu Hadiningrat saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (19/12).

“Dan ini merupakan jaringan Internasional. Barang yang dibawa berasal dari Malaysia dalam bentuk besar untuk kemudian diperkcil di Jakarta untuk selanjutnya dipasarkan," sambung Wahyu.

Pengungkapan itu dilakukan pada 17 Desember lalu. Setelah melakukan investigasi selama sebulan, 2 orang tersangka yaitu Oboy dan Zoro ditangkap Jakarta. Setelah itu, 5 tersangka lainnya juga ditangkap yaitu N, M, AS, H dan HG. Ada 3 Daftar Pencarian Orang (DPO) yang masih dikejar Polisi. Salah satunya warga asing.

Para tersangka memasukkan narkoba tersebut dalam sound sistem mobil. Polisi juga menyita 5 mobil seperti BMW, Porsche, Pajero, Toyota Fortuner dan 2 sepeda motor yang digunakan tersangka untuk mendistribusikan narkoba tersebut.

Para tersangka akan dikenakan Pasal UU no 35 tahun 2009, tentag psikotropika dan Pasal 114, 115 dan 112 dengan ancaman hukuman mati.

Komentar Anda

Berita Terkini