|

Ketum Granat Wanti-Wanti Partai Tak Usung Calon Kepala Daerah Mantan Pecandu Narkoba

Faktanews.id - Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat mewanti-wanti partai politik tidak mengusung calon kepala daerah mantan pengguna narkoba. Sebab, kata dia, seseorang yang pernah terlibat penyalahgunaan narkoba dia berpotensi kambuh kembali.

"Kuncinya bukan dipilih atau tidak dipilih oleh rakyat, tapi (mantan pengguna narkoba itu) dicalonkan atau tidak oleh partai. Jadi kuncinya ada di partai. Kalau partai tidak mau kan tidak ada calon itu, kecuali kalau mereka maju independen," ujar Hendry saat dihubungi, Jumat (3/7/2020) malam.

Menurut Henry, partai politik harus memperketat seleksi bakal calon kepala daerah yang bakal diusung pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Jangan sampai partai politik tidak melihat rekam jejak calon yang bakal diusung pada hajatan dan pesta demokrasi daerah lima tahunan tersebut.

"Yang pasti orang yang pernah menjadi pecandu (narkoba) tingkat kemungkinan akan kambuh lagi itu sangat besar. Artinya selagi masih ada calon lain kenapa mesti orang yang pernah menjadi pecandu. Lagi pula kalau dia pernah menjadi pengguna musiman kemungkinan juga akan kambuh lagi itu sangat besar. Artinya kita ini kan memilih calon kepala daerah. Calon kepala daerah ini sebisa mungkin orang yang secara ahlaknya baik dan perilakunya baik," katanya.

Henry menambahkan partai tidak boleh langsung percaya pada hasil tes urine yang disodorkan calon kepala daerah. Sebab, kata dia, bisa jadi tes urine yang disodorkan bakal calon kepala daerah tersebut adalah hasil tes urine sehari sebelum dia mendaftar ke Partai Politik.

"Jadi saya menghimbau kepada partai agar kita seleksi bukan hanya bebas narkoba hasil tes urine. Karena tes urine hari ini negatif bisa saja minggu lalu dan bulan laku dia positif. Kalau hari ini tidak positif bisa jadi bulan depan dia make (narkoba). Jadi tidak cukup hasil tes urine tapi harus dengan jejak rekamnya yang seperti apa, gitu," tegas Henry.

Henry yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), ini juga menambahkan partainya tidak akan mengusung calon kepala daerah mantan pecandu narkoba. PDI-P, kata dia, akan selektif memilih atau mengusung calon kepala daerah.

"Ya sudah pasti kalau PDI-P akan sangat selektif melihat rekam jejak seseorang. KIta sebisa mungkin calon-calon PDI-P itu adalah orang dengan rekam jejak yang baik," tambahnya.

"Sebagai ketum granat, sy berharap masy tagar tidak memilih calon kepala daerah yang punya rekam jejak (pengguna narkoba) seperti itu kerena kemungkinan dia kambuh lagi juga ada. Kalau pemakai musiman suatu saat dia make lagi ada juga, gitu," katanya. (RTF)
Komentar Anda

Berita Terkini