|

LBHA Trisakti Indonesia Ajak Semua Pihak Junjung Tinggi Kebhinekaan Dan Persatuan

Faktanews.id - Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Trisakti Indonesia (LBHA-TI) Ucok Rolando P Tamba mengajak, semua pihak menjunjung tingggi kebhinekaan dan persatuan setiap menyampaikan pendapat di muka umum. Menurut dia, tak ada larangan berkumpul, berserikat dan menyampaikan pendapat di muka umum karena hal itu dijamin oleh konstitusi.

"Dalam negara demokrasi menyampaikan aspirasi itu sah, namun harus menjaga persatuan," ujar Ucok dalam katerangan persnya, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, setiap warga negara menyampaikan pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi. Ucok mencotohkan, menyampaikan pendapat di muka umum adalah unjuk rasa, pawai, rapat umum, dan atau mimbar bebas.

Hal itu disampaikan Ucok menanggapi unjuk rasa massa di depan gedung DPR/MPR yang menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Diketahui, pada kesempatan itu massa membakar bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan bendera berlogo palu arit.

"Ini ujian bagi kita sebagai anak bangsa untuk tetap menjaga persatuan. Jangan sampai perbedaan pandangan, perbedaan pemikiran dalam menyikapi persoalan RUU HIP ini membuat kita tercerai-berai. Dalam negara demokrasi menyampaikan aspirasi itu sah, namun harus menjaga persatuan," terang Ucok yang juga tenaga Ahli MPR RI ini.

Ucok juga mengingatkan tentang rumusan Pancasila 1 Juni 1945 yang disampaikan Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno dan rumusan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 serta rumusan final tanggal 18 Agustus 1945. Menurut Ucok, tiga rumusan tersebut merupakan satu kesatuan proses lahirnya Panca Sila sebagai Dasar Negara.

"Itu adalah satu bukti jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara yang selalu mengedepankan semangat Persatuan Nasional dan dapat kita jadikan sebagai suri teladan dalam melanjutkan perjalanan peradaban Bangsa Indonesia saat ini dan masa yang akan datang," ujar mantan pengurus Presidium GMNI periode 2013-2015 ini.

Menurut Ucok, semua elemen masyarakat tidak bisa mengabaikan perjuangan founding fathers dalam merawat dan melestarikan persatuan dan kesatuan. Tidak boleh ada satu kolompok dan golongan yang mengklaim paling berhak atas tegaknya Indonesia.

"Kita harus mampu merawat kebinekaan itu dalam bingkai Persatuan Nasional. Pada prinsipnya, Negara Indonesia didirikan bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan. Tetapi kita mendirikan negara “semua buat semua”, “satu buat semua, semua buat satu. Mari tetap merawat kebinekaan itu dengan cara yang beradab, bermartabat dan bersendikan Pancasila," tutup. (RTH)
Komentar Anda

Berita Terkini