|

Cipayung Plus Sumatera Selatan Ancam Demo Besar-Besaran Jika Gubernur Tak Serius Tangani Covid-19

(Cipayung Plus Sumsel lakukan bakti sosial di tengah pandemi Covid-19)
Faktanews.id - Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Sumatera Selatan mengancam akan melakukan demo besar-besaran jika Gubernur Sumsel tidak serius memikirkan masyarakat terdampak Covid-19.

Sebelum melakukan aksi besar-besaran, Cipayung Plus Sumsel mengkritik program dapur umum bentukan Pemerintah Provinsi Sumsel. Bentuk kritik Cipayung Plus kepada Pemrov Sumsel tersebut ditandai dengan aksi bakti sosial pembagian sembako kepada masyarakat.

Perwakilan Cipayung Plus Sumsel, Husin Rianda, mengatakan sembako tidak hanya dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19, tapi juga kepada Dapur Umum milik Pemrov Sumsel. Aksi kritik pembagian sembako, menurur Husin, untuk menggedor Pemprov Sumsel agar segera menambah alokasi dana untuk menanggulangi pandemi covid-19.

"Pemprov tidak akan rugi jika menambah 30% dari APBD daerah untuk dialokasikan penanganan covid-19," ujar Husin dalam keterangan persnya, Selasa (1/5/2020).

Menurut Husin, Cipayung Plus Sumsel akan terus memberikan alarm untuk Gubernur Sumsel agar lebih serius memikirkan nasib dan nyawa rakyat Sumsel.
"Jika tidak ada progres yang lebih cepat dan strategi kami rasa sangat mudah kita menggerakkan semua elemen dan rakyat Sumsel untuk melakukan aksi nyata agar Gubernur segera mundur secara teratur dan mengakui kegagalannya dalam penanganan covid 19," tandasnya.

Husin menambahkan sudah banyak kalangan yang memberikan saran kepada Pemrov Sumsel dalam memutus mata rantai pendemik covid-19. Namun, hal itu tidak mendapatkan respon

"Sepertinya dia lupa kalau dia dipilih oleh rakyat bukan roh gaib," tambah Husin.

Lebih lanjut, Husin mengaku bahwa dirinya sudah mendapatkan informasi bahwa dapur umum milik Pemprov Sumsel hanya mampu mendistribusikan 1000 sampai 1500 kotak nasi setiap harinya. Padahal, kata dia, jumlah masyarakat yang terdampak covid-19 di Sumsel jauh dari angka tersebut.

"aka, kami menilai program tersebut tidak tepat sasaran dan Pemprov tidak serius dalam menangani covid-19. Inilah yang kemudian menjadi alasan kami terus memberikan kritikan kepada pemerintah provinsi Sumsel untuk lebih tegas dan serius dalam menangani covid-19 karena ini menyangkut keselamatan masyarakat," katanya.

Untuk diketahui, organisasi yang tergabung pada Cipayunt Plus adalah PMII, HMI, IMM, IPNU dan PB IKA LKS . (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini