|

Panduan Praktis, Menghindari Virus Corona Bersarang Di Tenggorokan

Faktanews.id - Virus Corona adalah sejenis dengan virus flu lainnya yang menyerang sistem pernapasan. Karena itu infeksi COVID-19,  bersifat "self limiting disease" artinya dapat sembuh sendiri, yang prosesnya berlangsung sekitar 7 hari setelah melewati proses imunitas.

Namun sebelum mencapai masa itu terdapat titik kritis yang perlu perhatian serius.  Yaitu saat mulai terjadi peradangan (inflamasi) di tenggorokan. Gejala umumnya sebagaimana flu biasa, seperti demam panas, suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Namun setiap orang akan mengami gejala yang  berbeda-beda,  ditentukan oleh tingkat imunitas tubuhnya.

Dalam hal ini,  dunia medis mencatat bagi anak-anak dan usia muda, banyak tidak ditemukan gejala-gejala tersebut. Sedang pada kondisi tubuh yang lemah, khususnya perokok berat dan orang tua, terlebih yang pernah mengalami ganguan di paru-paru akan mengalami gejala infeksi pernapasan yang berat. Seperti: demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Gejala awal ini sesunguhnya merupakan titik kritis yang perlu penangan serius. Jika tidak, akan terjadi infeksi pada pangkal paru-paru _(pneumonia)_, dan menjalar ke salah satu atau dua sisinya, yang dalam kondisi akut akan menyebabkan kematian. Ingat bahwa infeksi pada tahap di paru-paru ini tidak lagi karena virus corona, tetapi oleh banyak bateri lain, utamanya _pneumococcus_.

Dalam hal penyembuhan, Alquran menyebut 6 kali kata shifa, yang di antara ayat itu juga menyebut perut (QS. 16:69) dan dada (QS. 10:57). Perlu diketahui bahwa dalam kaidah manusia holistik menurut Alquran, perut yang disebut sebanyak 25 ayat, dan dada sebanyak 43 ayat itu adalah bagian tubuh utama manusia _(human main body)._ Sedangkan seluruh bagian kepala, tangan dan kaki merupakan bagian tubuh pelengkap utama manusia _(human extremitas body),_ yang anatomi dan fisiologinya mengikuti bagian tubuh utama.

"Pemahaman terhadap struktur anatomi di atas sangat diperlukan agar proses penyembuhan berlangsung efektif".

Atas dasar itu,  dapat disampaikan bahwa secara anatomis seluruh bagian leher itu berpasangan dengan seluruh bagian perut. Artinya, jika kondisi perut normal baik, akan sangat sulit, pada bagian leher dan tenggorokan, akan terkena ganguan penyakit.

Oleh sebab itu, disaat leher atau tenggorokan diserang atau terjadi ganguan penyakit, akan dapat dengan cepat  disembuhkan dari bagian perut.
Tentu saja proses penyembuhannya mengikuti kaidah holistik. Karena tenggorokan berada di bagian leher depan, maka ia berpasangan dengan bagian perut depan, yaitu pada rongga abdomen perut depan,  atau meliputi seluruh bagian dari samping kiri hingga kanan di bawah tulang iga dada sampai ke pangkal pinggul.

Caranya mudah:
Ambil garam sejumput
Letakan di pangkal lidah. Biarkan sampai hilang sendiri, jangan buru-buru ditelan.

Terapi:
Tekan-tekan bagian perut depan dengan pelan-pelan, lalu agak keras. Jika terasa ada rasa sakit,  jangan dihindari,  tetapi lanjutkan dengan menekan lebih pelan.

Lakukan 10 menit, atau ulangi beberapa kali, sampai tenggorokan teras benar-benar lega.

Cobalah dan buktikan. Sekaligus untuk latihan sekiranya timbul gejala flu, dan agar virus Corona tidak sempat bersarang di tenggorokan.

Perlu disampaikan bahwa sejumput garam sebelum dan sesudah makan, juga baik untuk menghindari gaguan lambung: asam lambung, maag, dan gerd.

Sedang untuk selalu menjaga kesehatan perut,  hindari minum es,  minuman dan makanan yang terlalu manis, pedas dan berminyak.

Makanlah secukupnya, jangan terlalu kenyang.
Dan minumlah sesering mungkin. Tidak perlu banyak, cukup seperti yang disarankan Nabi, tiga teguk saja, 15 menit sekali.

Semua itu untuk menjaga agar tenggorokan selalu bersih dan virus tidak sempat bersarang.

Selamat mencoba.

Semoga kita selalu sehat. Aamiin Ya Mujibussaailiin.

Oleh: Mochammad Sa'dun Masyhur

Penulis adalah  Holistic Healing Consulting, Expert and Inventor Medical Quran, tinggal di Bogor, Indonesia
Komentar Anda

Berita Terkini