|

Black Hole di Langit dan Di Bumi

Faktanews.id - Lubang hitam atau black hole, tidak hanya ada di langit, namun juga ada di bumi.

Black hole  merupakan pintu awal keluarnya cahaya, yang menjadi asal muasal terbentuknya benda-benda material. Juga nanti dipercaya sebagai "pintu"  bagi kematian benda-benda angkasa. Black hole di langit ini terlihat dari stasiun antariksa internasional berbentuk lobang hitam yang bergerak berputar dengan sangat cepat. Diameternya yang sangat luas (milyaran kilometer) lebih luas dari diameter matahari itu, memiliki energy yang sangat besar, sehingga mampu menarik apapun benda benda di angkasa ke dalam pusarannya, tidak terkecuali mampu menarik cahaya (poton). Tujuannya adalah membersihkan bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya yang bergerak di luar garis edarnya. Demikian itulah cara Allah mencipta, melihara ciptaan-Nya, agar keseimbangan dari ciptaan-Nya senantiasa terjaga.

Kehidupan di bumi, dipengaruhi oleh kehidupan benda-benda angkasa. Demikian hanya dengan hukum-hukum yang berlangsung diangkasa, juga terjadi di bumi.

Manusia adalah bintang-bintang di Bumi. Tiap manusia memiliki cahaya. Dan cahaya manusia berbeda-beda terangnya. Semakin terang cahayanya, semakin luas pengaruhnya di dalam masyarakat. Manusia yang memiliki cahaya ini akan eksis ditengah masyarakat, jika mengikuti hukum-hukum keseimbangan. Bergerak secara konsisten di garis perederannya. Namun, jika manusia keluar dari lintasan yang semestinya dilaluinya, ia akan bergerak tanpa arah, hingga tersapu bersih oleh lubang hitam kehidupan.

Allah memberikan lintasan bagi tiap-tiap benda benda langit, agar mereka beredar sesuai lintasannya tersebut, agar terhindar dari vacum cleaner berupa black hole.


Manusia pun demikian halnya. Allah telah memberinya siraht Al mustaqiim (jalan yang luas dan lapang, yang lurus), agar manusia bergerak, sesuai lintasannya tersebut. Siraath Al mustaqiim ini adalah Al-Quran, berisi blue print penciptaan langit dan bumi, dan apa yang ada diantara keduanya, informasi tentang Allah Yang Maha Pencipta, serta sifat-sifat-Nya. Juga berisi tentang khakikat manusia dan kemanusiaannya, serta apa tujuan dari segala ciptaan diadakan.

Manusia yang tidak menempuh siraath Al mustaqiim ini, akan tersesat dalam kehidupannya di dunia, dan akan terhisap oleh black hole-nya kehidupan yang tersambung dengan neraka jahanam.

Sebaliknya manusia yang konsisten dengan garis edar semestinya, akan mengikuti siraath al Mustaqim yang tersambung dengan surga.

Manusia yang menyadari diri tersesat, jauh dari siraath Al mustaqiim, dapat segera bertaubat, kembali ke jalan yang lurus tersebut, dengan melakukan perubahan pada dimensi terdalam dari dirinya (anfusihim).

Di dalam anfus ini terdapat kesadaran Ilahiyah, yang disebut Nurani. Nurani ini memiliki sifat-sifat keilahian. Sifat-sifat ketuhanan, yang mesti di buka, agar memancarkan cahaya-cahaya keilahian, yang menerangi aktifitas manusia dalam kehidupannya.


Mereka yang tersesat, sesungguhnya disebabkan karena tertutupnya cahaya keilahian yang terpancar dari nuraninya.

Taubat artinya, kembalinya sifat-sifat ketuhanan dalam prilaku seorang manusia. Sifat-sifat Tuhan itu ada 99 antara lain, al-Haqq, (kebenaran), sifat ini mendorong prilaku jujur pada manusia. Al-Iradat (berkehendak), sifat ini melahirkan motivasi untuk bekerja keras. Al-Mizan (keseimbangan), sifat ini akan mendorong seseorang memperhatikan proporsional segala sikap dan tindakannya. Al-adil (maha adil), sifat ini akan mendorong seseorang tidak melakukan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. Sifat-sifat Allah ini melekat pada Al-Haqq Azza wa jalla, Al-malik, Al-Quddus, As-Salam, Al Aziz, Al Shamad, Al Mutakabbir, Al-Ahad.

Keseluruhan sifat-sifat Allah itu tidak bertentangan satu sama lain, dan diberikan kepada manusia untuk diteladani sebagai bentuk al-rahman dan al-rahiim dari Allah SWT kepada manusia.

Black hole kehidupan itu diciptakan Allah memiliki tujuan, untuk melayani hamba-hamba-Nya yang melakukan pembangkangan. Ketidaktaatan kepada Allah. Black hole itu tidak akan menyapu mereka yang senantiasa beredar digaris edar yang telah Allah tentukan.

Semoga tulisan singkat ini memberi manfaat. Kepada Allah SWT segala puja dan puji kita panjatkan.

Oleh: Hasanuddin

(Mantan Ketua Umum PB HMI)
Komentar Anda

Berita Terkini