|

LAKSI Apresiasi Terbosoan Menag Fachrul Razi

Faktanews.id - Terobosan yang dibuat Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam meredam gerakan radikalisme menuai pujian dari Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI).

Koordinator Laksi, Azmi Hidzaqi, mengatakan apa yang dilakukan Menag Fachrul Razi bukan selain menjalankan instruksi Presiden Jokowi tapi juga demi menjaga agama dan keutuhan Indonesia dari segala ancaman, termasuk ancaman gerakan radikal dan radikalisme.

"Komitmen Fachrul Razi terhadap NKRI sangat kuat sehingga beliau selalu bicara dengan lantang tentang ancaman paham radikalisme. Keberanian Fachrul Razi dalam menjalankan kebijakan di Kementrian Agama patut di apresiasi dan di dukung penuh oleh masyarakat," ujar Azmi dalam keterangan persnya, Senin Rabu (4/12/2019).

Menurut Azmi, terobosan Menag Fachrul Razi memang menuai polemik. Namun jika ditelisik lebih komprehensif, kata Azmi, kebijakan Manag Fachrul Razi tersebut sebagai komitmen dia terhadap ideologi Pancasila. Disebutkan dia, apa yang dilakukan Menag Fachrul Razi ini merupakan agenda besar untuk menciptakan peradaban bangsa ke arah yang lebih baik dan membangun moralitas  umat beragama

"Selain itu juga di tuntut menjadikan kementrian agama sebagai pelayan dan pembinaan bagi pemeluk agama," tandas dia.

Lebih lanjut, Azmi, menambahkan Menat Fachrul Razi menjawab keraguan publik dengan bekerja keras. Dia bertanggung jawab dengan arah dan program kerja Kementerian yang dipimpinnya yang telah di susun dengan jajarannya.

"Kami yakin bahwa Fachrul Razi dapat menjalankan arah dan intruksi presiden," tambah Azmi.

Menurut Azmi, terobosan Menag Fachrul Razi di Kementeriannya tersebut cukup positif dan berdampak pada kesadaran publik dan harmonisasi hubungan agama dan negara. Penataan kebijakan ini haruslah di dukung juga oleh jajaran pejabat eselon 1 di kemenag agar dapat terimplementasi dengan tepat sasaran.

"Apa yang dilakukan Mentri agama sangat membantu pemerintahan Jokowi," katanya.

Terkait rekomendasi FPI yang sempat viral, Azmi, mengatakan bahwa Menag Fachrul Razi tidaklah salah karena hal itu sudah sesuai dengan aturan dan prosedur, dalam memberikan masukan dan pembinaan kepada ormas Islam. Menurut Azmi, perpanjangan izin ormas bukan kewenangan Kemenag, tapi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sementara itu, Azmi menyebutkan bahwa pernyataan politisi PSI Guntur Romli, yang menganggap Menag Fachrul Razi takut dengan FPI adalah sebuah kesalahan besar dan gagal paham, karena Mentri agama sebagai Kementrian yang mengurusi semua agama punya kewajiban melakukan pembinaan kepada ormas Islam. Selain itu Fachrul Razi terbiasa melakukan pendekatan dengan semua ormas agar dapat merangkul semua komponen bangsa.

Azmi lantas memberikan masukan kepada Menag Fachrul Razi. Salah satu masukannya adalah soal agar Menag meningkatkan kinerja jajarannya dalam melakukan pelayanan pubik dengan cara mengganti aselon satu yang sudah lama menduduki jabatan tersebut.

"Krena dengan lamanya para Dirjen menjabat di eselon satu kami menilai sudah tidak efektif lagi kerjanya. Dan selain itu perlunya regenerasi karier pejabat baru untuk mengganti pejabat eselon satu, ini penting mengingat perlunya penyegaran di birokrasi dan organisasi di Kemenag. Kami berharap Mentri Agama dapat melakukan pembenahan eselon satu dengan  mengangkat pejabat baru yang lebih muda agar adanya perubahan mendasar di birokrasi kemenag. Kami yakin Mentri agama terus bekerja keras, dan terus meningkatkan kualitas umat beragama. Semoga harapan bangsa ini dapat bapak jalankan dengan baik," tutup Azmi. (RF)

Komentar Anda

Berita Terkini