|

Mengapa Nyinyir ke Reuni 212?

Faktanews.id - Kalau nggak suka satu hidangan,
Nggak perlu dimakan,
Tapi makanannya jangan dicela,

Sebab yang memasak sudah berusaha, dan bisa jadi itu selera orang lain..
Kalau nggak mau pake batik,

Jangan mencela batik,
Kalau kamu suka pakai kaos,
Nggak semua harus pake kaos dong, sebab selara orang itu beda-beda..

Jangan maksain pendapatmu.
Yang penting orang makan dan berpakaian, itu yang utama..

Kalau ada yang telanjang atau nggak ada makan, baru kita perlu sewot..
Orang ber-Islam pun ada pilihannya,

Allah menyediakan banyak pintu surga bukan hanya satu..
Ada pintu shalat,
ada pintu puasa,
ada pintu jihad dan lainnya..

Asal semua berada dalam naungan Islam, ada dalilnya dalam Al-Qur"an dan As-Asunnah, berbeda itu biasa..

Nggak harus selalu diklaim salah bahkan sesat..
Mau datang ke reuni 212, alhamdulillah, nggak mau datang nggak papa..

Tapi jangan nyinyir,
jangan mencibir,
kalau nggak mau jangan sok tau..

Apalagi nuduh dibayar, mau makar, sampai nuduh intoleransi padahal dia ahli persekusi..
Nggak semua harus dikaitin sama politik. Bagi kami 212 itu lebih tinggi kedudukannya dari politik,

212 itu syiar Islam, perayaan ukhuwah, Islam lebih dari segalanya bro..
Yang suka koar-koar kebebasan pendapat,
nggak bisa nerima reuni 212, lucu aja..
Yang bela NKRI,

tapi nggak seneng lihat ummat Islam bersatu, lebih lucu..
Kalau Allah berikan waktu sampai reuni 212,
insyaAllah kita ketemu,
kalau nggak tatap muka,
hati kita sudah bertaut,

limpahan kasih sayang turun dari Allah..
Angkat tinggi-tinggi bendera tauhidmu..
syiarkan bahwa bagi kaum Muslim..

Nggak ada yang lebih tinggi yang kita angkat,
kecuali kalimat syahadatain..
Yang nggak sempet dateng..
Doain ya..

Saya sih yakin banget,
kesuksesan acara reuni 212 justru sebab doa-doa mereka yang tak diketahui manusia, tapi ikhlas...
Jadilah Saksi Kebangkitan Islam Di Dunia
INSHAA ALLAH Dimulai Dari Reuni 212..

Jalan Satu Tertutup..
Jalan Yang Lain Terbuka Lebar.

Oleh: Ustadz Felix Siauw

Komentar Anda

Berita Terkini