|

Business Summit ITS Bahas Isu EBT

Faktanews.id - Indonesia menetapkan target sebesar 23% penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi primer pada 2025. Untuk itu diperlukan kesamaan pandangan antara seluruh pemangku kepentingan, khususnya kelompok industri swasta dan pemerintah agar target tersebut bisa dipenuhi. Isu menjadi tema utama dalam “International ITS Business Summit 2019 (IIBS)” di Hotel Shangrilla, Jakarta yang akan dibuka Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Kamis (14/11) hari ini.

Ketua Steering Committee IIBS 2019, Gatot Kustyadji menjelaskan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kampus ITS dengan Ikatan Alumni (IKA) ITS. Mengambil tema ”Embracing New Government Policy on Renewable Energy and Related Industrial Sectors towards Environmentally Sustainable Development”, Gatot mengatakan bahwa hal itu sejalan dengan kebijakan Rencana Umum Energi Nasional untuk memperbesar peran EBT di masa depan. ”Maka sudah menjadi kewajiban semua pihak, termasuk ITS dan alumninya untuk terus mendorong perbaikan kebijakan dan peningkatan penggunaan energi terbarukan,” ujar Gatot.

Menurut Gatot, untuk mempopulerkan penggunaan EBT, maka diperlukan regulasi yang probisnis dan proinvestasi. Sukses penerapan kebijakan EBT di negara-negara Skandinavia menguatkan langkah Indonesia yang mulai fokus pada EBT. “Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah dan beranekaragam seperti surya, angin, mikro hidro, air, gelombang laut dan lainnya, sayang jika tidak dimanfaatkan untuk keberlangsungan dan keberlanjutan generasi selanjutnya” ujar Gatot.

IIBS sendiri akan berlangsung selama tiga hari, yang terdiri atas kegiatan pameran pada 14-16 November 2019 dan Business Summit pada 15 Nopember 2019. Hadir sebagai pembicara dari pemerintah dan BUMN di antaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM F.X Sutijastoto, Sekjen Kementerian Perindustrian Ahmad Sigit Dwiwahjono, Ketua Umum METI Suryadarma, Direktur Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho, dan Direktur PLN Wiluyo K. Dari ITS yaitu Prof. Ir. Ontoseno Penangsang MSc, Dr. Eddy Setiadi Soedjono dan Dr. Siti Zulaika.

Selain itu, hadir pula sejumlah pembicara dari luar negeri antara lain Senior Vice President, Asia Projects-Inpex Corporation Kenji Kawano, Predrag Grupkovic ABB, Prof. Chemmagot V Nayar Curtin University, Koji Hachiyama CEO ERIA, Zhou Yuanlong China Datang Corporation, serta narasumber dari Kedutaan Amerika Serikat dan Kanada.

Sementara itu, kegiatan pameran diikuti sekitar 50 partisipan di berbagai bidang dan relevan dengan upaya meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional antara lain : logistik, manufaktur, energi, transportasi, maritime dan ICT. Tak ketinggalan, berbagai penemuan dan inovasi dosen serta mahasiswa ITS ikut dipamerkan dalam acara ini, termasuk inovasi berbasis revolusi industri 4.0 dan digital teknologi 5G. “Business Summit dihadiri 500 peserta dari berbagai kalangan,” kata Djohan Safri, ketua panitia pelaksana IIBS. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini