|

Pernyataan Sikap Seknas FITRA Terkait Demo Mahasiswa Yang Berakhir Rusuh

Faktanews.id -  Seknas Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) memberikan dukungan kepada mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah daerah yang memperjuangkan keadilan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekjend FITRA Misbah Hasan, dalam keterangan persnya, Rabu (25/9/2019). Demonstrasi mahasiswa ini tak boleh dipadang remeh karena apa yang diperjuangkan mahasiswa dari berbagai kampus tersebut hanya untuk menuntut keadilan.

Diketahui sebelumnya, sejumlah pihak menuding ada yang menunggangi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa ini.

FITRA, kata Misbah, mengutuk dan mengecam siapapun kolompok yang menunggangi aksi mahasiswa tersebut.

Berikut pernyataan sikap Seknas FITRA selengkapnya.

Menyikapi perkembangan terkini yang terjadi di Negeri ini, kita semua tentu turut prihatin. Mahasiswa berbagai kampus turun jalan menyampaikan aspirasi, menyuarakan keprihatinan dampak kebijakan politik yang diambil oleh para elit politik yang dipandang menciderai rasa keadilan masyarakat.

Beberapa isu penting yang mendasari gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil, mulai dari pelemahan KPK melalui revisi UU KPK, rencana pengesahan RUU KUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, dll. Penolakan ini di dasari oleh terkoyaknya rasa keadilan di negeri ini. Meskipun akhirmya pemerintah dan DPR menunda pengesahan RUU di atas. 

Meski demikian, FITRA menyatakan:

Pertama, Mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu Pembatalan hasil revisi UU KPK. Karena jelas menghambat agenda pemberantasan korupsi, dan semangat penguatan KPK sebagaimana janji politik Presiden.

Kedua, Mendesak DPR RI agar lebih responsif dan membuka ruang dialog, dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan saat pembahasan RUU.

Ketiga, Mendukung gerakan mahasiswa sebagai bentuk kontrol terhadap kebijakan yang semena-mena;

Keempat, Mengutuk kelompok-kelompok tertentu yang dengan sengaja menunggangi gerakan mahasiswa sehingga berdampak pada situasi yang chaos.

Kelima, Mengutuk tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat dalam menangani gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil.  (RF)



Komentar Anda

Berita Terkini