|

Ace Syadzily Dianggap Tak Paham AD/ART Golkar Terkait Mosi Tidak Percaya

Faktanews.id - Elit Partai Golkar semakin panas. Satu sama lain saling klaim pernyataanya adalah benar, sesuai aturan partai.

Sejumlah kader partai berlambang pohon beringn sebelumnya menyampaikan mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto. Mosi tidak percaya tersebut disampaikan Salah satunya oleh pengrus DPP Golkar pengurus DPP Golkar Sirajuddin Abdul Wahab.

Pernyataan Sirajuddin tersebut kemudian dibantah oleh Ketua Bidang Penggalangan Opini dan Media DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. Menurut Ace, mosi tidak percaya yang disampaikan sejumlah kader golkar tersebut melanggar AD/ART partai.

Namun, pernyataan Ace ini juga dibantah oleh pengurus Golkar lainnya, Amriyati Amien. Menurut dia, hal yang disampaikan Ace tidak memiliki dasar pijakan yang jelas.

"Pernyataan sdr.Ace Hasan, menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki pemahaman yang benar tentang AD/ART dan peraturan organisasi partai Golkar," ujar Amriyati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/8/2019).

Amriyati bahkan secara tegas meminta Ace menunjukkan pasal berapa dalam AD/ART Partai Golkar yang dilanggar soal mosi tidak percaya kepada Airlangga tersebut. Dia lantas mengaku heran atas kekurangpahaman Ace terhadap aturan partai.

"Mungkin ini yang menyebabkan partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga, tidak mampu menjalankan mekanisme organisasi dengan baik," lanjut amriyati.

Selain itu, ketidakmampuan itu juga tercermin dari pelaksanaan rapat pleno tidak pernah dilakukan selama hampir satu tahun terakhir. Padahal jelas dalam peraturan partai mengharuskan sekurang-kurangnya satu kali dalam dua bulan.

Menurut Amriyati, rapat pleno sangat urgent dilakukan mengingat banyak agenda yang harus diselesaikan oleh partai, termasuk menjelang pelantikan DPR/MPR dan pilkada tahun 2020.

"Saya mengingatkan bahwa menurut AD/ART jelas disebutkan bahwa kepengurusan DPP partai Golkar bersifat kolektif, bukan hanya tunggal milik ketua umum. maka rapat pleno harus dilakukan," lanjutnya.

Amriyati juga mengingatkan bahwa ketidakmampuan memahami aturan dan mekanisme organisasi akan menyebabkan persoalan besar ke depan terutama eksistensi partai.

"Jangan sampai dalam akhir periode kepemimpinan Airlangga ini, Partai Golkar semakin terpuruk dan terjadi kerusakan yang tidak kita inginkan" katanya. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini