|

Tokoh Pemuda Madura Tolak Gerakan People Power

Faktanews.id - Sejumlah tokoh Pemuda madura tegas menolak gerakan aksi people power. Sebab, gerakan people pwer akan mengancam masa depan demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura (HIGEMURA), Muhlis Ali dalam keterangan persnya, Senin (13/5/2019).

Menurut Muhlis, Pemilu Serental yang berlangsung 17 April 2019 sialm sudah berjalan aman dan lancar. Partisipasi dan antusias rakyat sebagai pemilih sangat luar biasa, menyambut dengan penuh gembira dan mengikuti seluruh proses dan tahapan pileg dan pilpres yang sangat panjang.

"Berbagai dinamika berkembang dengan dengan luar biasa baik ditengah-tengah masyatakat dan media sosial, hal tersebut adalah bagian dari dinamika politik yang akan semakin mendewasakan rakyat dalam berpolitik dan berdemokrasi," katanya.

Menurut dia, pasca pileg dan pilpres ada kelompok-kelompok yang belum menerima dan kecewa atas hasil yang sudah dicapai, itu hal wajar yang penting prosesnya harus sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati .

"Kalau ada kelompok atau sebagaian elite yang merespon atas hasil proses politik yang sudah berjalan dengan cara yang berlebihan, apalagi dengan cara mengerahkan massa dengan ancaman akan melakukan peaple power, hal tersebut akan menjadi ancaman bagi proses  demokrasi yang sedang kita bangun," tukasnya.

Muhlis menambahkan, kedepan negara ini harus dibangun bersama dengan melibatkan seluruh elemen bangsa, perdamain dan perstuan yang sudah terjaga dikotori dengan ancaman, statemen politik yang tidak mendidik dan upaya-upaya untuk membelah rakyat, apalagi berpotensi akan terjadinya konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat.

"Proses politik lima tahunan baik pileg dan pilpres kedepan memang harus dibenahi, rakyat harus semakin cerdas, semakin aktif dan yang penting sejahtera serta negeti ini tambah maju," demikian Muhlis yang juga mantan Ketua PB HMI ini menegaskan. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini