|

Relawan Prabowo Pasang Spanduk "Prabowo Presiden" di Sejumlah Daerah

Faktanews.id - Relawan capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi menyebar spanduk "Prabowo Presiden" di sejumlah daerah. Dari sejumlah spanduk itu ada yang dipasang di rumah warga dan jalan kampung. Relawan Prabowo-Sandi ini mengatasnamakan diri Jaringan Muda Nusantara (JMN).

Ketua Umum JMN, Abdul Latif mengatakan spanduk "Prabowo Presiden" tersebar mulai dari DKI Jakarta, Jogjakarta, Jambi, Jawa Nusa Tenggara Barat, Madura dan Sumatera. Menurut dia, tersebarnya spanduk "Prabowo Presiden" itu merupakan pernyataan yang mewakili dari kalangan milenial yang selama ini digalang untuk mendukung Prabowo-Sandi

"spanduk itu merupakan datang dari unsur generasi muda yang terhimpun dalam satu wadah Jaringan Muda Nusantara (JMN), dan merupakan suatu sikap dari kalangan milenial untuk mengawal Pemilu sesuai Undang Undang Pasal 22E 22E pada prinsipnya setiap warga negara yang berhak memilih bebas menentukan pilihannya tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun." uja Latif dalam siaran persnya, Kamis (2/5/2019).

Latif mengklaim pemasangan spanduk "Prabowo Presiden" mendapat dukungangan dari publik, meskipun belum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal pemenang Pilpres yang berlangsung pada 17 April 2019 lalu.
Diketahui, rekapitulasi penghitungan suara Pilpres masih berlangsung. Jika mengacu pada jadwal, pemenang Pilpres akan diumumkan pada 22 Mei 2019 mendatang. Untuk sementara ini, berdasarkan real count sementara, Prabowo-Sandi kalah dari rival politiknya, Jokowi-Ma'ruf.

Selain menyampaikan soal pemasangan spanduk "Prabowo Presiden", Latif juga menyinggujg soal kesalahan input KPU. Dia mengatakan kesalahan input data merupakan potensi kecurangan.

"Alhamdulillah sikap JMN selalu mendapat dukungan masyarakat luas, artinya dengan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat selama pemilu ini berlangsung memberikan opsi kepada publik yang berpotensi ketidakpercayaan terhadap penyelenggara,"
Ia pun meminta seluruh jajaran pengurus JMN tetap solid melanjutkan kerja perjuangan dan tidak terprovokasi. Selain itu, Latif mengingatkan pemerintah dan penyelenggara Pemilu bersikap netral.

"kepada semua pihak baik pemerintah, dan masyarakat untuk tetal menjaga kondisifitas. Serta kepada penyelenggara bekerja sesuai prinsip undang-undang demi terselenggaranya pemilu 2019 yang berintegritas. Karena ini bagian kecintaan kita kepada NKRI, kepada Bangsa Indonesia." tutup Latif. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini