|

Informasi Peringatan May Day Rusuh Hoaks

Faktanews.id - Sebuah pesan berantai yang menyebut aksi buruh saat perayaan May Day besok, Rabu (1/5), akan berpotensi rusuh. Pesan tersebut beredar viral di Whatsapp dan membuat resah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan bahwa kabar tersebut hoaks. Pasalnya sejumlah serikat dan konfederasi buruh telah berkomitmen menjaga perdamaian saat pelaksanaan May Day.

“Konfederasi-konfederasi besar buruh telah berkomitmen, untuk menjaga Aksi saat May Day ini. Agar seluruh kegiatan nerjalan damai dan aman, seperti aksi buruh pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/4).

Menurut Andi, aksi yang akan digelar besok tetap berfokus pada sejumlah tuntutan buruh. Namun yang paling penting ialah soal kesejahteraan buruh di Indonesia.

“Pertama, revisi PP 78 Soal Pengupahan ( Hal ini sudah direspon Presiden Jokowi saat menerima Presiden Presiden Konfederasi Buruh Indonesia : Andi Gani Wea, Said Iqbal, Mudofir, Ilhamsyah Syaiful, dan Muchtar di Istana Bogor beberapa hari yang lalu ),” paparnya.

Lalu yang kedua, lanjut Andi, buruh juga meminta Presiden Joko Widodo segera menginstruksikan Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian, agar membentuk unit pidana perburuhan di kepolisian. Hal ini untuk menegakkan hukum yang adil terhadap hak-hak buruh.
Hal ini telah direspon baik oleh pimpinan Polri. Sehingga, tepat pada tanggal 1 Mei nanti, Unit Pidana Perburuhan akan diresmikan secara langsung oleh Kapolri.

“Tentunya ini menjadi sejarah luar biasa untuk perjuangan buruh,” tegasnya.

Kemudian yang ketiga, sambung Andi, buruh meminta, agar setiap kawasan industri disediakan tempat penitipan anak. Hal ini agar para buruh perempuan dapat bekerja dengan tenang, karena anaknya ada di dekatnya.

“Dalam waktu dekat ini, Presiden Jokowi akan mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan kawasan industri menyiapkan tempat penitipan anak, bagi para buruh wanita itu,” paparnya.

Lebih jauh Andi berharap masyarakat tidak termakan isu hoaks kerusuhan saat May Day esok hari. Apalagi sejumlah pimpinan serikat dan konfederasi buruh telah bertemu dan menyepakati untuk melakukan aksi secara damai.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang, dan tidak terpengaruh dengan pesan Whatssap berantai yang berisi aksi May Day berpotensi rusuh tersebut,” tukasnya. (Tri)
Komentar Anda

Berita Terkini