|

BPN Prabowo-Sandi Minta Pemilu Dievaluasi Menyeluruh

Faktanews.id - Pemilihan Umum Serentak yang berlangsung 17 April 2019 lalu dianggap menyisakan banyak persoalan. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta Pemilu dievaluasi total.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono saat menyampaika orasi politik di Rumah Perjuangan Rakyat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019) malam.

Ferry menduga adanya penyelahgubaan institusi negara pada pesta demokrasi nasional tahun ini. Persoalan lain, kata dia, adanya dugaan pelanggaran sumber daya manusia dan keuangan negara untuk kepentingan Pemilu.

"Kemudian terjadi juga pelanggaran terhadap kebebasan pers untuk kepentinhan pemilu," sebut Ferry.

Tak sampai di situ, Ferry juga menambahkan bahwa persoalan lainnya adalah adanya dugaan pelanggaran ASN, TNI dan Polri. Kematian ratusan petugas Pemilu juga harus diperhatikan.
"Kita dorong penyeledikan lebih dari 300 penyelenggara pemilu meninggal dunia. Dan 3 ribu lebih penyelenggara pemilu di rawat," pungkasnya.

Menurut Ferry, pelanggaran Pemilu ini tak bisa dibiarkan. Sebab jika itu dibiarkan masa depan demokrasi bisa terancam.

"Kita sudah melaporkan pelanggaran, kecurangan ini, baik tidak adanya formulir C1 ke Bawaslu dan DKPP," demikian Ferry. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini