|

Ketum PB HMI: Bahaya Pilih Pemimpin Psikopat dan Otoriter pada Pilpres 2019

(Eksponen Alumni HMI deklarasi dukung Jokowi-Ma'ruf)
FaktaNews.id - Eksponen Alumni Himpunan Mahasiswa Islam resmi mendeklarasikan dukungan kepada Capres-Cawapres nomor 01 Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 17 April 2019 nanti.

Deklarasi digelar di rumah aspirasi Jokowi-Amin, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/4/2019). Sejumlah foto mantan Ketua Umum dan senior HMI terpajang pada spanduk di arena deklarasi.

Misalnya, Akbar Tanjung, Rokhmin Dahuri, Said Zainal Abidin, Ahmad Djoosugito, Muhammad Aly Yahya, Reni Marlinawati, Nurmanya E. Tanjung, Ade Irfan Pulungan, Hasanuddin, Fajar Zulkarnain, Arief Rosyif, Mulyadi P. Tamsir.

Ketua Umum PB HMI periode 2003-2005, Hasanuddin mengatakan jangan sampai Indonesia dipimpin oleh calon pemimpin yang dilahirkan dari kekuasaan yang otoriter, tidak demokratis dan psikopat. Sebab, katanya, hal tersebut sangat berbahaya bagi masa depan demokrasi.

"Mau tidak mau kita harus memilih pemimpin yang demokratis, bukan pemimpin yag dilahirkan dari tirani," ujar Hasanuddin saat memberikan sambutan.
Menurut dia, pemilihan Presiden yang bakal dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang bukan pertarungan antara Capres-Cawapres Jokowi-Amin vs Prabowo-Sandiaga.

"Ini bukan pertarungan antara Jokowi dan Prabowo, tapi pertaruhan akan masa depan Indonesia," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasanuddin juga mengapresiasi kepemimpinan Jokowi selama kurang lebih 4 tahun. Jokowi dianggap berhasil melaksanakan pemerataan pembangunan. (RF)


Komentar Anda

Berita Terkini