|

Dalam Paskah, Aku Pasrah

Ia hidup di zaman kekaisaran Romawi
dimana kuasa penuh noda berkalang durja
rakyat sengsara dan melarat dengan tirani
dilanda lapar, kekeringan dan ketertindasan tanpa pembela

Ia hadir memberi pengharapan dan cahaya terang
malam dan siang silih berganti memberi khotbah
agar jalan keselamatan terbuka memberi rasa tenang
ditengah tekanan penguasa dilakoni dengan tabah

Terus berkelana membimbing domba agar terarah
dari Bethlehem, Samaria, Galilea hingga Fenisia
Pelayanannya kepada sesama penuh cinta kasih
lumpuh digerakkan,buta diperlihatkan, mati dihidupkan-Nya 

Mukjizatnya tiada tanding tak terbanding
kuasa Tuhan diperlihat atas dirinya sebagai tanda
Kehadirannya memberi makanan lima ribu orang
ajaran kasihnya membus batas zaman manusia

Hingga dihari naas, ia dituduh penguasa membuat makar
fitnah keji disebar melalui centeng dan tokoh sirik
Menggalang benci dan hasut dari kuasa tak berakar
takut kehilangan pengaruh dari penjilat dan munafik

Perjamuan terkahir penuh penghiburan dan nasihat
kedua belas muridnya mendengarkan penuh hikmat
Didalamnya Yudas Iskariot sang komprador khianat
pembocor pertemuan berkawan tentara penuh laknat

Ia ditangkap, diarak keliling kota disiksa penuh darah
tahu ini jalan menuju kematian dengan penyaliban
Beban kayu salib menyilang diatas punggung penuh peluh
menanggung derita cambuk bercakar menuju keselematan

Ia menebus dosa manusia dengan derita tiada tara
darahnya menjadi anggur kehidupan pemberi harapan
Muridnya bernama Petrus menyangkali kehadirannya
Maria hanya bisa meratap tangis melihat dari kejauhan

Ia mati ditiang salib, namun hidup dihati manusia
Ia mati ditiang salib, namun bangkit karena kuasa-Nya.
Ia yang tak ternoda menaggung dosa semesta manusia
Ia yang tak bersalah hanya pasrah kepada Tuhan.

Ia adalah Isa Almasih anak Maryam...

Ollenk#Pejaten2142019
Didedikasikan buat sahabat-sahabatku yang merayakan hari Paskah. Love In Peace.

Komentar Anda

Berita Terkini