|

Bursah Zarnubi Gerilya di Jakarta Timur Jelang Hari Coblosan Pilpres

(Bursah Zarnubi memberikan pembekalan kampanye door to door kepada relawan Reliji di Rumah Makan Sari Idaman, Cipinang, Jakarta Timur)
FaktaNews.id - Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres), Ketua Kornas Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) Bursah Zarnubi bergerilya di Cipinang, Jakarta Timur. Bertempat di Rumah Makan Sari Idaman, Sabtu (6/4/2019) malam,  Bursah memberikan pengarahan dan pembekalan kepada 300 an relawan Riliji.

Bursah mengajari mereka bagaimana cara mengkampanyekan pasangan Capres-Cawapres nomor 01 Jokowi-Ma'ruf yang efektif, akurat dan tepat sasaran. Sebab, kata Bursah, tidak sedikit masyarakat yang masih percaya fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi. Fitnah tersebut, misalnya, Jokowi dianggap anti Islam, mengkriminalisasi ulama, memberikan peluang atas kebangkitan PKI.

"Ini namanya door to door campaign. Kerena kita ingin mengajak masyarakat secara langsung agar masyarakat peduli memilih pak Jokowi. Kita ingin mengajak masyarakat untuk memerangi hoaks, berita palsu atau fake news yang membuat pak Jokowi terkena fitnah. Fitnahnya banyak banget di media sosial," ujar Bursah.
Menurut Bursah, dalam melakukan kampanye door to door, relawan reliji menggunakan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa brosur/liflet dan tabloid Tabayun. Leflet dan Tabloid tersebut berisi profile Jokowi, prestasi Jokowi dalam melakukan pembangunan, mengenai hubungan Jokowi dengan Islam dan pasangan Jokowi-Ma'ruf nasionalis-religius.

"Kita juga akan membagikan tabloid Tabayun ini untuk membantah fitnah kepada pak Kokowi. Itu fitnah busuk. Pak Jokowi difitnah kriminalisasi ulama. Jadi ini Tabloid nanti dibawa oleh relawan," katanya.

Selain memberikan pengarahan kampanye door to door, Bursah juga mengajak relawan Reliji lebih giat meningkatkan budaya literasi. Sebab, tingkat literasi bangsa Indonesia sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Disebutkan Bursah, tingkat literasi Indonesia berada pada urutan ke 60 seluruh dunia.
"Rendah sekali. Lemah sekali. Dari 1000 orang hanya 1 orang yang membaca buku. Dan dari 1 orang yang membaca buku durasinya hanya 30 sampai 59 menit. Bayangkanlah bagaimanan mau jadi bangsa besar dan modern kalau anak-anak kita membaca bukunya terbatas sekali," katanya.

"Makanya mulai malam ini gelorakan membaca, setidak-tidaknya membaca liftlet atau brosur ini karena ini akan dibagikan kepada masyarakat," tandas Bursah. (RF)


Komentar Anda

Berita Terkini