|

Di Sukabumi, Bursah Zarnubi Ajak Generasi Milenial Kampanyekan Prestasi Jokowi

(Bursah Zarnubi saat menyampaikan materi pada acara workshop dan pelatihan relawan di Sukabumi, Jumat, 5 April 2019)
FaktaNews.id - Ketua Umum Kornas Reliji Bursah Zarnubi meminta semua pihak berhenti menuduh dan menfitnah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, apa yang dituduhkan kepada Jokowi, seperti keturunan PKI, anti Islam, dan mengkriminalisasi ulama, selama ini adalah hoak alias bohong karena fitnah tersebut tidak sesusia dengan fakta yang sebenarnya.

Hal tersebut disampikan Bursah pada acara Workshop dan Pelatihan Relawan Kampanye Door to Door di Sukabumi, Jumat (5/4/2019). Menurut  Bursah, Presiden Jokowi adalah muslim sejati yang taat beribadah, rajin puasa, sudah haji sejak tahun 2003, dan keluarganya yang harmonis pantas menjadi teladan bagi rakyat Indonesia.

“Pak Jokowi itu muslim sejati, tuduhan yang mengaitkan beliau dengan PKI atau memberi peluang terhadap kebangkitan kembali PKI adalah fitnah dan propaganda sesat yang mesti kita luruskan. Para relawan harus menjelaskan itu kepada masyarakat,” kata Bursah.

Bursah menjelaskan, Presiden Jokowi lahir tahun 1961 sehingga baru berumur 4 tahun saat terjadi Pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965. Mustahil anak umur 4 tahun terlibat PKI. Selama 4,5 tahun menjadi presiden, Jokowi sangat dekat dengan umat Islam dan membuat banyak program untuk mendorong kemajuan umat Islam.

Bursah juga mengajak para relawan yang sebagian besar tergolong generasi milenial agar aktif dan gencar menyebarkan informasi berbagai kemajuan Indonesia di era Jokowi, baik lewat media sosial maupun secara langsung ke masyarakat melalui kampanye door to door.
Menurut Bursah, Presiden Jokowi kini menjadi salah satu panutan pemimpin dunia karena sukses mewujudkan pembangunan berkeadilan, paduan demokrasi, moderasi dan Islam.

Dari segi ekonomi, kata Bursah, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang terus stabil di angka 5 persen.

“Angka kemiskinan di Indonesia saat ini terus turun dan bahkan terendah dalam sejarah Indonesia yakni di angka 9,6 persen,” katanya.

Selain bidang ekonomi, Jokowi juga berhasil dalam menjaga stabilitas keamanan. Terbukti hasil survei Gallups Law and Order yang menobatkan Indonesia menjadi negara teraman ke-9 di dunia. Stabilitas keamanan ini, menurut Bursah, terjadi antara lain karena soliditas Polri-TNI terjaga dengan baik.

Dalam melakukan kampanye door to door inii, relawan reliji menggunakan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa brosur/liflet yang secara garis besar berisi empat isu utama.
Pertama, profil Jokowi sebagai pemimpin yang sederhana, merakyat, dan tidak KKN. Keluarganya juga sangat harmonis, cerminan keluarga sakinah mawaddah warrahmah.

Kedua, Profil Jokowi sebagai seorang muslim yang taat beribadah, dekat dengan umat Islam, rajin mengunjungi pesantren, dan giat memajukan ekonomi umat, antara lain melalui pembentukan bank wakaf dan mendorong kemitraan pengusaha besar dengan pesantren.

Ketiga, hasil kerja nyata 4 tahun pemerintahan Jokowi. Antara lain tentang pembangunan infrastruktur yang massif dan merata di seluruh Indonesia, tidak lagi Jawa sentris seperti di masa lalu. Juga komitmen Jokowi dalam memacu pembangunan kawasan pedesaan.

Keempat, sosialisasi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai duet nasionalis-religius yang mengayomi semua golongan dan melanjutkan keberhasilan pembangunan Jokowi-JK.

Bursah menyebut prestasi monumental Jokowi lainnya adalah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Itu dilakukan dengan mengubah orientasi pembangunan yang selama ini Jawa sentris menjadi Indonesia sentris, menggenjot pembangunan di wilayah pedesaan dan daerah pinggiran, serta mengakselerasi pembangunan infrastruktur di luar Jawa. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini