|

Polri Intensifkan Patroli Terpadu untuk Cegah Politik Uang

(Ilustrasi)
FaktaNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap satu anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso. Bowo terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (27/3) malam.

Bowo bersama sejumlah orang diduga terlibat dalam suap distribusi pupuk. Dalam kasus ini KPK turut menyita uang senilai Rp 8 miliar, yang diduga akan digunakan sebagai serangan fajar jelang pemilihan legislatif.

Menanggapi kemungkinan adanya serangan fajar, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan patroli terpadu. Hal ini demi mencegah terjadinya serangan fajar jelang hari pencoblosan.

“Kita akan mengintesifkan patroli terpadu. Kemudian bersama pihak TNI, kita akan melaksanakan patroli terpadu,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jumat (29/3).

Selama ini, kata Dedi, pihaknya telah memulai pengawasan terkait kemungkinan terjadinya serangan fajar. Untuk masyarakat yang memiliki informasi terkait hal tersebut, dapat melaporkannya ke pihak kepolisian atau Bawaslu.

“Kita mengimbau masyarakat untuk melaporkan, ada 31 laporan sudah masuk. Dan itu akan memitifigasi serangan fajar,” jelasnya.

Lebih jauh Dedi menyebut, selain untuk pengamanan pemilihan Capres dan Cawapres, Polri juga fokus untuk pengamanan Pileg. Karena potensi kerawanan Pileg juga cukup besar.

“Makanya sekarang itu yang kami khawatirkan itu bukan Pilpres, tapi Pileg. Seperti kemungkinan terjadinya serangan fajar,” katanya. (Tri)
Komentar Anda

Berita Terkini