|

Menangkan Jokowi, Relawan Reliji Kampanye Door to Door di Banten

(Bursah Zarnubi saat memberikan pembekalan relawan di Banten)
FaktaNews.id - Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) terus bergerak menjelang pelaksnaan Pilpres 17 April 2019 mendatang. Sasaran relawan kali ini adalah Provinsi Banten. Mereka melakukan kampanye door to door untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Relawan ini sebagian besar merupakan generasi milenial.

“Kita lawan hoax dan fitnah dengan fakta dan data. Datangi masyarakat dari rumah ke rumah, sampaikan informasi yang benar tentang Presiden Jokowi mulai dari pribadinya yang sederhana, taat beribadah, dekat dengan umat Islam, hingga program pemerintahannya yang pro rakyat,” kata Ketua Umum Kornas Reliji Bursah Zarnubi, saat memberikan pembekalan relawan wilayah Banten, di Pandeglang, Banten, Minggu (18/3/2019).

Workshop dan Pembekalan Relawan yang berlangsung di Kharisma Labuan Beach & Resort, Pandeglang, ini dihadiri oleh perwakilan Koordinator kabupaten/kota se-Provinsi Banten dan 200 relawan dari Pandeglang dan Lebak. Hadir juga Sekjen Kornas Reliji Beni Pramula yang merupakan Caleg DPR RI dari Partai Perindro Dapil Banten 1.

Menurut Bursah, selain di Banten, Reliji juga melakukan kampanye door to door di provinsi Riau, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Relawan yang diterjunkan untuk menyapa masyarakat dari pintu ke pintu, terdiri dari aktivis yang merupakan anggota reliji dan jaringan relawan sejumlah caleg yang berasal dari parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.
Bursah memotivasi para relawan agar militan namun bersikap simpatik dalam menjalankan tugasnya. Berkampanye positif tentang Jokowi, dan tidak boleh menjelek-jelekkan atau menyerang pasangan capres lainnya. Juga tidak boleh berkampanye di tempat ibadah atau tempat-tempat yang dilarang oleh UU dan peraturan KPU.

Hasil Kerja Nyata Jokowi

Dalam melakukan kampanye door to door di 7 provinsi termasuk Banten, relawan reliji menggunakan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa brosur/liflet yang secara garis besar berisi empat isu utama.

Pertama, profil Jokowi sebagai pemimpin yang sederhana, merakyat, dan tidak KKN. Keluarganya juga sangat harmonis, cerminan keluarga sakinah mawaddah warrahmah.

Kedua, Profil Jokowi sebagai seorang muslim yang taat beribadah, dekat dengan umat Islam, rajin mengunjungi pesantren, dan giat memajukan ekonomi umat, antara lain melalui pembentukan bank wakaf dan mendorong kemitraan pengusaha besar dengan pesantren.

Ketiga, hasil kerja nyata 4 tahun pemerintahan Jokowi. Antara lain tentang pembangunan infrastruktur yang massif dan merata di seluruh Indonesia, tidak lagi Jawa sentris seperti di masa lalu. Juga komitmen Jokowi dalam memacu pembangunan kawasan pedesaan.
Keempat, sosialisasi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai duet nasionalisreligius yang mengayomi semua golongan dan melanjutkan keberhasilan pembangunan Jokowi-JK.

Bursah menyebut contoh sejumlah prestasi monumental selama 4 tahun Pemerintahan Jokowi. Antara lain, terobosan Jokowi dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Itu dilakukan dengan mengubah orientasi pembangunan yang selama ini Jawa sentris menjadi Indonesia sentris, menggenjot pembangunan di wilayah pedesaan dan daerah pinggiran, serta mengakselerasi membangunan infrastruktur di luar Jawa.

Prestasi monumental Jokowi lainnya, menurut Bursah, adalah menekan angka kemiskinan menjadi 9, 82 persen per Maret 2018. Ini adalah angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Ketiga, keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti ditunjukkan melalui indeks pembangunan manusia (IPM) yang meningkat, pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin baik, dan akses pendidikan yang lebih merata melalui pencanangan program wajib belajar 12 tahun dan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Jika pada periode ini Presiden Jokowi lebih menekankan pembangunan infrastruktur, dalam 5 tahun ke depan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan lebih fokus kepada pembangunan sumberdaya manusia. ” kata Bursah.

Tepis Hoax dan Fitnah

Khusus untuk wilayah Banten yang masyarakatnya dikenal relijius, Bursah menekankan kepada para relawan agar menyampaikan informasi yang sebenarnya tentang keIslaman dan ketaatan Jokowi dalam beribadah. Misalnya, Jokowi dan ibu Iriana sudah menunaikan ibadah haji ke tanah suci pada tahun 2003. Juga berkali-kali melaksanakan ibadah umroh bersama keluarganya.
“Informasi dan fakta tersebut sampaikan dengan baik sehingga masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar bohong dan propaganda yang menyebut Jokowi bukan beragama Islam atau bahkan anti Islam,” kata Bursah.

Selain taat beribadah dan dekat dengan ulama, kata Bursah, Jokowi juga membuat sejumlah program nyata untuk umat Islam, seperti membentuk bank wakaf, mendorong kemitraan pengusaha besar dengan UKM yang melibatkan pesantren, membantu pembangunan ribuan pesantren dan masjid, hingga membangun Universitas Islam Internasional Indonesia seluas 142 hektar di Depok agar Indonesia menjadi salah satu pusat peradaban Islam di dunia. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini