|

Polda Jabar dan Cipayung Plus Segera Sosialisakan Pemilu Damai Melalui Jambore Kebangsaan

(Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat menerima silaturahmi kolompok Cipayung Plus di Mapolda Jabar)
FaktaNews.id -  Kelompok Cipayung Plus Jawa Barat menyambangi Polda Jawa Jawa Barat, di Jalan Soekarno Hatta 748 Bandung, Kamis(21/2/2019). Mereka diundang Polda, dan mendiskuskan sejumlah hal dengan Kapolda Irjen Polisi Agung Budi Maryoto.

Salah satu yang menjadi lembicaran dalam acara silaturahmi antara kolompok Cipayung Plus Jabar dengan Kapolda adalah terkait penyelenggaran Jambore kebangsaan, yang bakal dilaksanakan di Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Agung mengatakan, pelaksanaan Jambore kebangsaan bersama para aktivis pergerakan yang tergabung pada Cipayung Plus, sebagai upaya meningkatkan wawasan dan menjaga situasi kemananan nasional.

"Kami berharap kegiatan Jambore ini dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, lebih mencintai negara kesatuan Republik Indonesia, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Agung.

Menurut Agung, ratusan calon peserta Jambore kebangsaan yang sudah menyatakan kesiapannya untuk berangkat ke lokokasi dan mensukseskan acara tersebut.

"Sudah ada 500 peserta Jambore Kebangsaan yang siap berangkat," pungkasnya.

Lebih lanjut, Agung menambahkan penyelenggaraan Jambore Kebangsaan sebagai upaya pihak kepolisian dan para aktivis yang tergabung dalam kolompok Cipayung Plus, menjaga Pemilu dan memerangi hoaks menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 nanti.

Agung menyamapikan Jambore Kebangsaan yang bakal digelar nanti bukan kali pertama. Sebelumnya Jambore Kebangsaan berskala nasional pernah digelar di Cibodas-Cianjur, Jawa Barat.

Untuk diketahui, ada 8 organisasi kepemudaan yang hadir pada silaturahmi dengan Kapolda Jabar. Salah satunya adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat.

Wahyu Khanoris sebagai perwakilan GMNI Jabar, menyambut positif kegiatan Jambore Kebangsaan. Menurutnya jambore kebangsaan dapat menjadi perekat antar anak bangsa, mensukseskan dan menjaga kedamaian Pilpres.

"Kami sebagai mahasiswa tentu sangat risih karena adanya isu hoaks, karena bisa membodohi masyarakat. Selain itu kami juga turut menyoalisasikan khususnya pada para pemuda tidak golput. Mudah-mudahan angka golput pemilu kali ini semakin rendah," tandas kata Wahyu. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini