|

Tabloid "Indonesia Barokah" Dianggap Tak Ada Hubungannya dengan Jokowi-Ma'ruf

(Ace Hasan Syadzily)
FaktaNews.id - Menjelang pelaksanaan Pemilu dan Pilpres, ribuan Eksemplar Tabloid Indonesia beredar di sejumlah daerah. Di  Kabupaten Blora, misalnya, sekitar 635 eksemplar tabloid yang berisi kampanye hitam tersebut ditemukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Blora). Tabloid ini diedarkan di 240 masjid dan 12 kecamatan di Kabupaten Blora.

Sementara di dearah lain, seperti Ciamis, sebanyak dua karung Tabloid yang dianggap menyerang pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi, tersebut beredar. Tabloid tersebut beredar di sejumlah masjid dan Pesantren yang berada di Ciamis.

Namun demikian, peredaran Tabloid Barokah Indonesia tersebut dianggap tak terkait dengan rival politik Prabowo-Sandi, Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowo-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily pihaknya tidak tahu siapa yang menjadi penyebar dan dalang dari peredaran Tabloid yang cukup masif di sejumlah daerah itu. Menurut dia, pihaknya lebih mengedepankan kampanye positif yang mengedukasi masyarakat.

"Sekali lagi perlu kami tegaskan bahwa kami berkomitmen untuk mengedepankan narasi positif, bukan hoaks, berdasarkan fakta dan bukan kebohongan," ujar Ace, Rabu (23/1/2019).

Menurut Ace, ujaran kebencian ataupun kabar bohong bukanlah karakter yang dibangun TKN Jokowi-KH Ma`ruf Amin. Bahkan jika ada narasi negatif yang dapat memecah belah bangsa, TKN akan menghentikan itu.

"Kami akan memerintahkan kepada para pendukung kami, jika ada pihak-pihak yang menyampaikan narasi negatif, menyebarkan hoaks dan kebohongan, untuk dihentikan kampanye seperti itu," tegasnya.

"Kalau dilihat dari segi konten, sebagaimana yang disampaikan Bawaslu di Blora, tidak ditemukan pelanggaran atas konten Tabloid tersebut," ucap Ace yang juga politisi dari Partai Golkar ini. (RF).

Komentar Anda

Berita Terkini