|

Presma UHAMKA: Pemuda dan Mahasiswa Harus Jadi Mitra Kritis dan Solutif Pemerintah

(Foto: Presiden Mahasiswa UHAMKA Arief Rahmann pada Diskusi Memperteguh Semangat Kebangsaan Mahasiswa dalam Menjaga Kedamaian dan Kesejukan Kontestasi Pilpres: 3/1/2019)

FaktaNews.id - Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Arief Rachman Hakiem menyampaikan sambutan pada acara diskusi bertajuk "Memperteguh Semangat Kebangsaan Mahasiswa dalam Menjaga Kedamaian dan Kesejukan Kontestasi Pilpres 2019," di kampus UHAMKA, Jakarta Timur (3/1/2019).

Sekitar 600 an mahasiswa memenuhi ruangan Aula Ahmad Dahlan yang berada di lantai 6 kampus II UHAMKA tersebut. Di hadapan mereka, Arief mengawali sambutannya dengan teriakan "Hidup rakyat Indonesia, hidup mahasiswa".

Kemudian, Arief mengajak pemuda dan mahasiswa menjadi bagian dan berada digarda depan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, yang tak lama lagi bakal menggelar Pemilu Serentak 2019 nanti.

Menurutnya, bukan tidak mungkin bangsa yang kaya akan sumber daya alam ini terpecah belah dan mengalami konflik sosial jika potensi tersebut tidak diantisipasi secara masif oleh semua kalangan, termasuk pemuda dan mahasiswa. Menurutnya, perpecahan bangsa ini bisa saja didatangkan melalui Pemilu 2019 mendatang.

"Kita sebagai pemuda harus tetap menjaga persatuan. Maka teman-teman, mahasiswa dan pemuda harus menjadi garda terdepan dalam kemajuan sehigga Indonesia tetap bersatu dan dapat bersaing di kancah Onternasional," ucap Arief.
Pernyataan Arief ini kemudian disambut tepuk tangan oleh ratusan mahasiwa dari berbagai fakultas UHAMKA yang hadir pada acara tersebut.

Arief menambahkan, pemuda dan mahasiswa jangan hanya bersikap kritis jika, misalnya, tidak sepakat dengan salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Tapi juga pemuda dan mahasiswa harus menjadi mitra solutif dan kritis pemerintah," tandas Arief. (RF)


Komentar Anda

Berita Terkini