|

Nasihat Untuk Debat Kedua

(Fahri Hamzah)
FaktaNews.id - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kembali memberikan saran dan masukan untuk debat kedua Pilpres. Kebat kedua ini akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Senayan.

Tema yang akan diangkat pada debat mendatang mengenai energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Sebelumnya, debat Pilpres perdana sudah digelar dan berlangsung di Hotel Bidakara jakarta. Debat ini dimoderatori oleh Ira Koesno. Dua paslon capres-cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah menyampakan visi-misinya pada momentum ini.

Kedua paslon juga sudah saling bertanya dan menjawab soal materi debat perdana yang bertema mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme tersebut. Namun, sejumlah pihak mengkiritik debat perdana Pilpres tersebut.

Fahri hHamzah adalah salah satu tokoh yang menyampaikan kritikannya. Menurut Fahri, tidak perlu lagi paslon diberikan kisi-kisi pada debat kedua nanti. Ia kemudian memberikan saran kepada penyelenggara pemilu, KPU, seputar debat.

Saran Fahri ini disampaikan melalui akun twitter miliknya. Berikut saran dan nasihat Fahri tersebut selengkapanya.


Nasihat Untuk Debat Kedua

Kandidat yang tidak punya kemandirian pikiran akan gugup menghadapi perdebatan tanpa soal dan kisi-kisi.

Lebih baik memiliki panelis yang berat sebelah daripada ada soal yang dibaca dan ada contekan. Jangan ada rujukan kecuali judul tema perdebatan. Biarkan berhadapan.

Saya juga tidak setuju ada kisi-kisi tapi ada pertanyaan dalam amplop tertutup.
Kita harus mencurigai bahan tertulis apapun sebab itu bukan suatu yang penting.

Sementara itu akan mendorong kandidat menghafal.
Jangan biarkan kandidat bicara sambil menerawang hafalan.

Kalau ada dokumen yang disepakati, siapa yang menjamin dokumen itu tidak bocor ke salah satu kandidat? Siapa yang menjamin tidak ada pembelian dokumen?

Jadi stop.
Cukup mengatakan bahwa tema debat ke-2 adalah: ENERGI, PANGAN, INFRASTRUKTUR, SDA, LINGKUNGAN HIDUP.

Jadi, ambil 2 panelis.
Tugasnya mengadu jawaban 2 kandidat lalu biarkan mereka berdialog sampai tuntas dalam waktu 15 menit dan dapat ditambah 5 menit.

Biarkan yang banyak beradu jawaban adalah mereka. Panelis hanya melerai seperti tugas wasit dalam tinju.

Coba tonton deh debat di negara-negara demokrasi. Enak ditonton via TV.
Gak usah ajak massa.
Ajak penonton buat pemantau dan pemantas aja.
Sekian. (RF)

Komentar Anda

Berita Terkini