|

Begini Tanggapan Moeldoko Soal Tabloid "Indonesia Barokah"

(Kepala KSP, Moeldoko)
FaktaNews.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyayangkan pihak-pihak yang mengedarkan tabloid Indonesia Barokah.

Tabloid yang diedarkan di sejumlah pesantren dan masjid di beberapa daerah tersebut, menurut Moeldoko merusak demokrasi di Indonesia.

Mantan Panglima TNI (Purn) ini mengaku tidak senang dengan tabloid yang dianggap pemberitannya berisi ujaran kebencian, hoaks dan memujokkan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019).

"Ini perlu didalami. Kita nggak senang lah kehidupan demokrasi yang diwarnai upaya-upaya yang seperti itu. Karena justru itu merusak ya, merusak demokrasi," ujarnya.

Menurut Moeldoko, Pilpres yang akan berlangsung pada 17 April mendatang jangan dikotori dengan hal-hal negatif, yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Pilpres nanti, lanjut Moeldoko, harus berjalan secara demokratis.

"Kita bangun demokrasi dengan akal sehat, dengan cara-cara yang bermartabat. Karena cara-cara yang seperti itu tidak bagus untuk perkembangan demokrasi ke depan," katanya.

Untuk diketahui, tabloid Indonesia Barokah beredar di sejumlah daerah, diantaranya Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Tabloid ini sudah dilaporkan ke polisi dan Dewan Pers. (RF)

Komentar Anda

Berita Terkini