|

Kedekatan Irjen Gatot Eddy dengan Aktivis Dinilai Mampu Mendinginkan Suasana Politik Indonesia

(Irjen Pol Gatot Eddy Pramono)
FaktaNews.id - Inspektur Jenderal (Irjen) Gatot Eddy Pramono resmi menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya usai dilantik Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jabatan yang dipercayakan Kapolri Tito kepada Gatot ini dinilai tepat.

Sebab, Jakarta sebagai kota metro politan selama ini dikenal dengan bertumpuknya aktivis lintas generasi dan organisasi. Para aktvis kerap melakukan aksi demonstrasi, dan tak jarang berujung anarkis. Namun, Gatot dinilai mampu menghadapi aktivis untuk mendinginkan suasana.

Salah seorang aktivis Jakarta, Tegar Putuhena mengatakan Gatot mampu menyejukkan situasi dalam menghadapi para demonstran dari kalangan aktivis. Menurut dia, Gatot selama ini cukup dekat dengan aktivis pergerakan. Dia menilai Gatot sebagai Jenderal yang cerdas dan memiliki gelar akademik yang tinggi.

“Irjen Gatot Eddy adalah Jenderal yang cerdas. Ia juga dekat dengan teman-teman aktivis mahasiswa,” ujar Tegar kepada Wartawan di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Kedekatan Gatot dengan kalangan aktivis mahasiswa di Jakarta bukan tanpa alasan. Sebelumnya Gatot pernah mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Nusantara.

Dengan jabatan ini Gatot Eddy bersentuhan dengan aktivis mahasiswa untuk mendinginkan isu politik di tanah air di awal 2018. Menurut Tegar, Gatot yang memiliki kedekatan dan visi tentang gerakan aktivis di Jakarta tidak akan kesulitan untuk memimpin Polda Metro Jaya.

Gatot diketahui meraih gelar Doktor Kriminologi dari Universitas Indoensia pada tahun 2015. Saat itu Gatot Eddy menulis disertasi yng berjudul “Transformasi Organiasi Kemasyarakatan Menjadi Kelompok Kekerasan (Studi terhadap Kekerasan Kelompok oleh Empat Ormas di Jakarta”.

Salah satu promotornya adalah anggota Ombudsman Republik Indonesia yang juga mantan angggota Kompolnas, Prof Adrianus Meliala. Gatot Eddy mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan ormas melakukan aksi kekerasan, yakni terganggunya kepentingan kelompok,terganggunya identitas kelompok, dan terganggunya organisasi sosial.

Adapun ormas yang menjadi subjek penelitian Gatot Eddy adalah Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila, Forkabi, dan Kembang Latar.

Sebelum memegang jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya, Gatot menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri sejak sejak pertengahan 2018. (RF)



Komentar Anda

Berita Terkini