|

"Jangan Tegang, Tangkap Pria Yang Mengatakan Surat Suara Pilpres Telah Tercoblos"

FaktaNews.id - Viral hoaks telah dicoblosnya surat suara Pilpres 2019. Sumber utama hoaks ini adalah sebuah rekaman suara, di dalamnya seorang pria mengatakan ada satu kontainer surat suara Pilpres 2019 yang telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Siapa pria itu?, dari pendukung capres mana?, apa target dan tujuannya?. Berbagai misteri lainnya akan terungkap jika pria itu ditangkap. Karena itu, sambil menunggu hasil penyelidikan aparat, marilah kita menunda serta menyimpan kesimpulan, tidak menuduh pihak manapun.

Pilpres yang tegang sangat berbahaya. Ketegangan membuat orang, sebuah kelompok tidak maksimal berpikir, kurang santai dan grasak grusuk. Orang yang sedang tegang biasanya langsung menyebar konten yang dianggap merugikan lawan politik, tanpa mengecek kebenaran konten tersebut. Ketegangan juga membuat otak mencari informasi yang membenarkan keyakinannya. Secara medis, ketegangan bisa memicu gejala asam lambung.

*Situasi tegang menjelang Pilpres 2019 harus dikendorkan dengan membuat banyak humor, mendisain konten digital yang lebih fun dan interaktif, lomba standup comedy, lomba nyanyi, makan kerupuk, panjat pinang antar pendukung capres, outbond. Perbanyak challenge yang unik, jika perlu moderator debat capres cawapres dipilih yang humoris.*

Selain jangan tegang, waspadalah terhadap adu domba antar pendukung capres, antaragama, antarsuku, dll. Sebaiknya jangan langsung percaya terhadap isi sebuah cetak layar status medsos, cetak layar percakapan whatsapp, dll. Cek ke medsosnya langsung, apakah nama dan status itu benar-benar ada atau hanya editan.

Jika asli, laporkan ke aparat dan jangan mengeneralisasi seakan satu mewakili semua. Bisa saja seseorang membuat akun medsos dengan nama yang identik dengan agama tertentu, kemudian menyerang agama lain. Para penghasut dan pengadu domba bisa menyamar menjadi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghuchu, Yahudi, Sunni, Syiah, Wahabi, dan lain-lain.

Mudah saja membuat perang komentar di medsos antar pendukung Barcelona dan Real Madrid, tinggal bikin isu Lionel Messi pakai doping, kemungkinan besar yang dituduh sebagai pembuatnya adalah pendukung Real madrid atau Manchester United, karena MU sering kalah di pertandingan penting oleh Sergio Busquets dkk.

Para pengadu domba juga bisa menyamar menjadi pendukung Jokowi maupun Prabowo. Tidak semua orang punya kemampuan dan waktu untuk mengecek kebenaran sebuah konten. Contoh, seorang perawat mampu, namun kadang mereka tak punya waktu karena sibuk merawat banyak pasien.

Di 2019 ini akan banyak konten-konten tak bertuan yang menghasut dengan melempar isu sensitif. Sebaiknya tim media kedua capres sering-sering berkoordinasi agar tidak menjadi korban adu domba. Kalau perlu buat grup whatsapp bersama. Salam.

Oleh: Hariqo Wibawa Satria

(Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi)

Komentar Anda

Berita Terkini