|

Inilah Modal dan Peluang Indonesia Menjadi Negara Besar Menurut Brigjen Fadil Imran

(Foto: Wakil Ketua Satgas Nusantara Polri Brigjen Pol Fadil Imran di kampus UHAMKA)
Faktanews.id - Indonesia memiliki modal dan peluang besar untuk menjadi negara besar seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia dan India jika melihat kekayaan sumber daya alam, luas wilayah dan jumlah penduduknya. Kekayaan alam negara ini berada pada tambang, hutan, laut dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan jumlah penduduk yang mencapai 265 juta jiwa dengan multi etnis dan suku yang beraneka ragam bahasa. Sebagai sebuah negara kepulauan, Indonesia terbagi menjadi 34 provinsi, 508 Kabupaten/Kota, 79.075 desa/kelurahan dan 17.504 pulau, 714 suku dan 1100 bahasa.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Satgas Nusantara Polri Brigjen Pol Fadil Imran saat memberikan kuliah umum bertajuk "Memperteguh Semangat Kebangsaan Mahasiswa dalam Menjaga Kedamaian dan Kesejukan Kontestasi Pilpres 2019," di Aula Ahmad Dahlan Kampus II UHAMKA  Jakarta Timur, Kamis (3/1/2019). Dalam kesempatan ini, Fadil mewakili Kasatgas Nusantara Polri Gatot Eddy Pramono yang berhalangan hadir karena ada kegiatan lain.
Hadir pada kesempatan ini adalah Sekjen Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Ryan Hidayat, Zainuddin Arsyad, Wakil Rektor III UHAMKA Bunyamin dan sekitar 600 an mahasiswa. Acara ini dilaksanakan BEM UHAMKA bekerjasama dengan PGK.

Fadil menjelaskan Indonesia tak dapat dibandingkan dengan Singapura. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang sejajar dengan negara-negara besar lainnya. Sementara Singapura, meskipin negari Kota Singa ini lebih maju dibanding Indonesia saat ini.

"Kita tidak usah takut dengan Singapura, walaupun Singapura itu lebih maju dari Indonesia. Tapi dia tidak akan menjadi sebuah negara besar. Kenapa? Penduduknya kecil, kekayaan alamnya juga boleh dibilang tidak ada, mereka hanya beberapa etnis, jumlah penduduknya juga, mungkin lebih banyak penduduk DKI Jakarta. Singapura sekarang ini penduduknya 6 sampai 7 juta. DKI penduduknya sekitar 8 juta, kalau siang hari bisa 13 sampai 14 juta. Jadi enggak usah khawatir dengan Singapura," papar Fadil.
Kendati memiliki modal dan berpeluang menjadi serta sejajar dengan negara-negara besar, Fadil meminta semua pihak dan kalangan ikut berperan aktif dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan keragaman penduduk bangsa ini. Sebab, menurut dia, ada pengaruh internal dan eksternal yang membuat kondisi Indonesia saat ini memiliki potensi kerawanan konflik dan perpecahan.

"Betapa pentingnya perdamaian dan kesejukan untuk menghasilkan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif yang berkualitas dan bagaimana peran mahasiswa di dalamnya," tandas Fadil.

Menurut Fadil, ada enam hal yang dapat dilakukan pemuda dan mahasiswa dalam memberikan rasa aman, nyaman dan kesejukan di tengah-tengah masyarakat.
Pertama, menjadi gerda terdepan dalam mewujudkan demokratis yang berkualitas.

Kedua, berperan aktif dalam menjaga stabilitas Kemdagri yang aman, damai, sejuk menjelang pada saat dan pasca Pemilu 2019.

Ketiga, menjadi bagian dari cooling system guna meminimalisir terjadinya konflik sosial.

Keempat, menciptakan suasana kesejukan serta terlibat aktif dalam memerangu hoaks dan hate speech.

Kelima, menjadi agent of change dalam membangun dan memajukan bangsa Indonesia.

Keenam, memberikan info baik kepada Polri, Apkam lainnya bila mengetahui potensi ancaman baik terhadap keberagaman atau kejahatan lainnya. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini