|

Arsjad Rasjid: Kita Butuh Pemimpin Berpikiran Positif, Memiliki Visi-Misi dan Bisa Beradaptasi

(Presiden Direktur PT Indika Energy M. Arsjad Rasjid saat menyampaikan materi Pelatihan Kspemimpinan Bangsa di Puncak Bogor)
FaktaNews.id - Pemimpin Indonesia ke depan harus dapat memberikan asa atau harapan, berpikiran luas dan kaya akan nilai spiritual. Selain itu, pemimpin Indonesia ke depan juga harus memiliki visi-misi yang dapat memperkuat fondasi negara sesuai perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Indika Energy, M. Arsjad Rasjid saat menjadi pembicara pada Pelatihan Kepemimpinan Bangsa bertajuk "Peran Generasi Muda Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045" di puncak Bogor, Sabtu (26/1/2019).

Menurut Rasjid, calon seorang pemimpin harus dilihat jejak rekamnya terlebih dahulu sebelum didukung. Apa yang sudah dia lakukan selama ini. Prestasi apa yang sudah diraih, dan apakah ia konsisten apa yang ia pikirkan dan kerjakan selama ini.
"Pemimpin Indonesia ke depan adalah pemimpin yang mempunyai pemikiran yang sangat kuat, pemimpin yang memiliki hati, atau pemimpin yang memberikan harapan, terutama pada dirinya sendiri," ujar Arsjad.

Menurut Arsyad, ada tiga kriteria pemimpin Indonesia yang dibutuhkan rakyat ke depannya.

Pertama, pemimpin autentic. Pemimpin semacam ini adalah pemimpin yang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak serta bersikap potisif dan sekaligus dapat menerima hal-hal sulit atau negatif yang terjadi dalam kehidupan.

"Pemimpin autentik adalah memimpin dengan hati, memimpin yang dapat memberikan dan hasil positif. Dia menerima hasil dari setiap keputusan yang sudah dibuat," katanya.
Kedua, pemimpin spiritual. Ia harus memiliki kemampuan berpikir untuk memahami tujuan utama kehidupan. Dia juga harus mengingat dan dekat dengan Tuhan-Nya. Menurut Rasjid, setiap agama mengajarkan kebaikan serta nilai-nilai. Perbedaan (keyakinan) menurut dia, harus dihormati.

"Karena yang paling penting adalah bagaimana kita sama-sama bisa menyumbangkan pemikiran untuk mempersatukan perbedaan itu," katanya.

Ketiga, pemimpin adaptable. Menurut Rasjid, pemimpin tidak boleh hanya mengadalkan kepandaian dan kekuatan massa untuk menentukan sebuah organisasi, perusahaan atau sebuah bangsa dan negara. Untuk memperkuat argumentasinya, Rasjid mengutip tokoh dunia Kebangsaan Britania Raya, Charles Darwin.
"Charles Darwin pernah berkata bukanlah yang paling kuat atau paling pintar yang akan bertahan, tetapi yang paling mampu beradaptasi, fleksibel, toleran dan inklusif,".

Lalu bagaimana asa membentuk asa seorang pemimpin, Rasjid menegaskan ia tahan banting (resillent) dan tangguh, memiliki semangat tinggi dan sabar ketika menghadapi masa-masa sulit, serta memegang teguh nilai-nilai kehidupan.

"Tapi seperti yang saya katakan tadi, pemimpin masa depan adalah pemimpin yang bisa beradaptasi. Selain visi-misi, kesuksesan perusahaan atau organisasi adalah membangun fondasi nilai-nilai kehidupuan itu," kata Rasyid yang mendapat sambutan tepuk tangan dari ratusan peserta pelatihan.
Penyelenggara pelatihan Kepemimpinan Bangsa ini adalah Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK). Sekitar 120 an mahasiswa dari lintas kampus menjadi peserta kegiatan ini.

Ketua Umum PGK, Bursah Zarnubi mengapresiasi materi yang disampikan Rasjid dalam peletihan kepemimpinan angkatan ke VI ini.

"Sunggug luar biasa. Semoga apa yang disampaikan beliau menginspirasi kita semua," ucap Bursah. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini