|

Peneliti Anggap Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Menguntungkan

FaktaNews.id - Pemerintah didesak menghentikan pembangunan proyek Kereta Api cepat Jakarta-Bandung. Sebab, proyek tersebut dianggap tidak menguntungkan bagi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Peniliti Senior AEPI Salamuddin Daeng saat menjadi pembicara diskusi bertajuk "Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Mangkrak atau Batal? di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta pusat, Senin (24/12/2018).

Menurut Salamuddin, pembangunan kereta cepat yang menelan anggaran dana USD6,071 miliar (Rp81,95 triliun) yang sebelumnya sebesar USD5,9 miliar (Rp80,83 triliun), sebagaimana dikatakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sbaiknya dihentikan karena proyek yang bergerak dibidang infrastruktur ini merupakan bentuk penjajahan alias imprealisme.

"Ini sebenarnya proyek imprealisme infrastruktur," ucap Salamuddin.

Selain itu, Salamuddin menyampaikan bahwa sampai saat ini dirinya belim membaca draf perjanjian pembangunan proyek yang yang disetujui pemerintah tersebut.

Ke depan group kita harus dapat perjanjiannya. Infrastruktur ini tidak menguntungkan apa-apa, tenaga kerja dari dia (Cina) dan bahan-bannya dari dia juga," katanya.

Maka dari itu, Salamuddin proyek Kereta Cepat yang dikerjakan salah satu satu kontraktor yang berasal dari Indonesia yakni PT Wijaya Karya Tbk ini harus ditolak untuk dihentikan.

"Ini privatisasi publik dikuasai asing dan ini harus ditolak," katanya. (RF)
Komentar Anda

Berita Terkini