|

Kasihan, Mantan Penjual Es Gantung Diri


FaktaNews.com - Seorang pria ditemukan tidak bernyawa setelah menggantungkan diri di ruang tengah rumahnya yang berada di RT 25 RW 10 Dusun Terbah, Pengasih, Pengasih, Sabtu (17/2/2018).

Menurut warga, pria bernama Hadi Sumarto Sunardi, 59, itu diduga bunuh diri karena depresi akibat penyakit empedu yang dideritanya.

Seorang warga setempat yang juga teman korban, Temin, 55 menungkapkan bahwa Sunardi ditemukan tak bernyawa oleh istrinya sendiri sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu istrinya yang baru saja pulang dari menjajakan jenang di pasar berteriak dan mengegerkan warga setempat.

“Istrinya berjualan jenang, terus pas pulang melihat suaminya tidak sadarkan diri,” jelasnya, Sabtu.

Sebagai seorang teman, Temin juga terkejut bahwa Sunardi melakukan aksi gantung diri itu. Terlebih di pagi hari tadi, Temin masih melihat Sunardi mengikuti kegiatan doa bersama alias kenduri pada pukul 05.30 WIB di salah satu rumah tetangga.

“Orangnya baik, malah lebih dari baik, kalau ada gotong royong ikut, padahal bukan warga asli sini,” jelasnya.

Sunardi memang bukan warga asli Terbah. Sunardi sendiri berasal dari Dusun Sonodimulyo, Planggu, Trucuk, Klaten. Di pengasih, dirinya hanya menyewa rumah bersama istrinya bernama Harsinah, 54. “Bukan warga asli sini, tapi sudah lama dan kenal dengan warga sekitar,” jelasnya.

Ketika disinggung terkait motif utama dari gantung diri Sunardi, Tamin menungkapkan besar kemungkinan gantung diri berasal dari penyakit yang diidapnya. Menurt Tamin, pria tiga orang anak itu depresi kendati telah mendapatkan perwatan berupa operasi empedu, ternyata korban tak kunjung sembuh. Terlebih penyakit itu juga menyebabkan pekerjaan sebagai penjual es keliling terpaksa korban tinggalkan.

“Operasi dua bulan yang lalu. putus kerja dari jualan es keliling biasanya disebut es dung-dung juga akibat penyakit itu,” jelasnya.

Sementara Menurut Kepala Polisi Sektor Pengasih, Kompol Salim mengungkapkan bahwa dari olah kejadian perkara tim keamanan beserta tim medis dari Puskesmas Pengasih tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Baik berupa kekerasan di tubuh hingga benda mencurigakan timnya tidak menemukan tanda-tanda tersebut.

“Tidak ada ditemukan benda atau bukti lain yang menunjukan ada kekerasan,” jelasnya.

Dugaan kekerasan di tubuh juga tidak ditemukan, Salim menambahkan bahwa kondisi fisik dan korban berupa mata melotot dan ruam di leher menunjukan korban meninggal dengan cara gantung diri.

“Gantung diri di ruang tengah, dan ditemukan istrinya sekitar pukul 11.00 WIB. Kami mendapatkan laporan pukul 11.15 WIB,” jelasnya.

Adapun selanjutnya jenazah Sunardi akan dibawa langsung menuju Klaten sebagai kediaman utama keluarga korban. Tewasnya Sunardi meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak. Harianjogja
Komentar Anda

Berita Terkini