|

Jaga Persatuan, Mahfud MD Tegaskan Pancasila Harus Dijadikan Pijakan Utama

FaktaNews.id - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, Pancasila harus menjadi pijakan paling utama dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat.

"Terjaganya persatuan bangsa Indonesia hanya bisa terwujud selama Pancasila masih menjadi landasannya," kata Mahfud, Senin (5/2/2018).

Menurutnya, Pancasila itu menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa dan bernegara. Pancasila itu ideologi yang mempersatukan.

"Generasi muda saat ini harus merefleksikan Pancasila dalam kehidupan bersosialisasi mereka sehari-hari untuk mencegah perpecahan dan radikalisme. Radikalisme harus kita tangkal dengan Pancasila sebagai ideologi pemersatu ikatan kita sebagai bangsa Indonesia," kata pakar hukum tata negara tersebut.

Sementara itu, aktivis Wahid Institute Inayah Wulandari Wahid menambahkan, Pancasila adalah intisari dari semua nilai-nilai kearifan yang bersifat universal, sehingga sampai kapan pun Pancasila tidak akan ketinggalan zaman termasuk di tengah generasi milenial saat ini.

"Selama ada manusia dan kemanusiaan, Pancasila akan selalu relevan, karena Pancasila bersumber dari nilai-nilai kebaikan yang universal. Dengan demikian, Pancasila akan selalu sejalan dengan agama apa pun," kata putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Primadi H Serad, Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation menambahkan, tema Pancasila harus terus digiatkan kepada generasi muda saat ini. Derasnya arus informasi saat ini bisa menjadi ancaman jika tidak dibentengi Pancasila sebagai landasan.

Dia mendorong kaum muda agar bersikap dan bersuara menguatkan nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan di lingkungan dan komunitas mereka.

"Hal itu penting karena dalam era kebebasan informasi dan persaingan global saat ini ada banyak ideologi baik dari luar maupun internal yang bisa membelokkan kecintaan kaum muda terhadap warisan budaya dan kearifan yang kita miliki," kata Primadi. (Ts)
Komentar Anda

Berita Terkini